Rabu, 19 Desember 2012

sparepart..oh..sparepart..

DISCLAIMER
Cerita ini tidak bermaksud untuk mendiskreditkan maupun mengunggulkan pihak-pihak tertentu yang tertulis di dalamnya.

LOKASI
start: Semarang
end: Beres Bajaj Arfina Motor Mungkid, Magelang (7°34’23.9”S,110°15’42.8”E)
rute: Semarang - Ungaran - Bawen - JLA - Secang - Magelang - Mungkid

LET'S ROLL
Setelah pada perjalanan di Hari Minggu ke Salatiga (baca ceritanya di sini) agak sedikit panik karena speedometer, odometer dan tripmeter si item tiba-tiba mati, diputuskan untuk segera mencari jadwal yang longgar menuju bengkel. 

Niat hati datang paling pagi ke bengkel resmi bajaj yang tinggal satu-satunya di Kota Semarang, di bilangan Kedungmundu Semarang, tapi ternyata jam 9 pagi sudah ada beberapa serigala yang terparkir di pit untuk segera dikerjakan para mekanik .


Karena penyakit si item hanya mati spido, tanpa buang waktu (karena harus kejar waktu buat ke kantor) langsung aja deh panggil admin dan mekanik buat ceritakan masalahnya. Salah satu mekanik yang kebetulan sedang menunggu charging accu XCD yang sedang digarap, menghampiri dan langsung bongkar sensor spido di bagian roda depan si item.

Untuk memastikan kerusakannya, dia meminta admin untuk mengambil stok sparepart item yang dimaksud di dalam gudang.

Namun, tak disangka..jawaban sang admin cukup mengejutkan,"Maaf, mas..kita nggak punya stok kabel speedometer UG4 maupun P220"

Whaaaatt..??
Kabel speedometer aja gak punya stok, gimana sparepart besar..? Trus nasib si item gimana dong?

"Kalau mau inden bisa, nanti kami pesan ke pusat atau paling dekat ke Magelang" timpal si admin kembali.

Dengan sedikit kecewa (dan setelah membayar jasa bongkar) saya menuju ke kantor.

Akhir cerita.





Loh...trus speedometernya gimana?





Okee..saya lanjutkan ceritanya.


Esok harinya, dengan modal nekat, saya memutuskan untuk datang ke dealer dan bengkel resmi bajaj "Arfina Motor" di Mungkid, Kab. Magelang, Jateng.

Berangkat dari rumah jam 7.50 pagi, dan beberapa kali berhenti untuk isi bensin dan ambil duit di ATM, saya tiba di beres jam 10.20. Setelah review di google map, ternyata jarak tempuhnya kira-kira 80 km (dikira-kira aja karena JLA belum terpetakan) yang saya tempuh selama 2,5 jam. Maklum, riding santai. Kan dari rumah kecepatannya 0 kpj hehe..




Setiba di sana, saya disambut baik oleh kru beres. Kebetulan hari itu sedang diadakan training mekanik untuk Arfina Motor Group, dan saya bertemu Hasan, mekanik beres bajaj Kudus yang sedang dalam proses pelatihan tingkat lanjut.




Beruntung, jarak yang cukup jauh dan waktu yang tidak sebentar menuju tempat itu tidak mengecewakan saya, karena stok spare part di sana tersedia. Selain penggantian kabel speedometer, sekalian deh mau ganti vacuum piston kit yang sudah lecet dan karetnya gak lagi sempurna.
Semoga dengan penggantian komponen ini, setidaknya, performa si item kembali prima.




Jujur, saya gak sempat berkenalan dengan para mekanik yang menggarap si item waktu itu. Namun beliau cukup ramah dan membuka diri untuk berdiskusi mengenai motor pulsar.
SOP dari BAI memang dilakukan dengan benar di sana.

Sebetulnya, saya sebagai pemilik yang telah mempercayakan motor untuk digarap sesuai keluhan, tidak diperkenankan masuk ke dalam pit, tapi karena sekalian ingin tahu dan bertanya mengenai kondisi si item secara langsung, saya meninggalkan tv kabel, teh botol dingin dan free wi-fi di ruang tunggu dan nekat aja nongkrong di samping mekanik yang sedang bekerja.




Yang mengesankan adalah ketika saya minta mekanik mengecek kampas rem belakang jika memang harus dilakukan penggantian, dan setelah tromol dibongkar, dia bilang jika kondisi kampas masih layak pakai.
Kebanyakan mekanik pasti akan mengiyakan penggantian sparepart, karena hal tersebut pasti akan menguntungkan bengkel mereka, namun tidak di sana.

Kebocoran oli pada mesin si item juga ditanggapi serius oleh mekanik. Namun ketika saya meminta membongkar mesin untuk melakukan penggantian packing, mereka menolak dengan alasan kebocoran oli masih bisa diakali dengan pelapisan lem gasket. Dan ternyata alasan mereka menolak permintaan saya tadi karena biaya yang saya keluarkan sudah cukup besar.

Hasil perjalanan jauh pada satu bulan lalu hanya menyisakan setengah liter oli, dan walaupun jarak penggantian oli masih 500 km ke depan, namun mekanik menyarankan untuk sekalian dilakukan penggantian, karena setelah dari sana, saya masih harus melakukan perjalanan yang cukup jauh untuk kembali ke Semarang. Cukup logis, maka sekalian deh ganti oli 1,2 liter.

Banyak sekali hal yang saya tanyakan mengenai mesin dan trik pada kerusakan ringan pulsar, dan dengan sabar mekanik tersebut menjelaskan kepada saya yang buta akan dunia mesin.

Segala sesuatu sudah dikerjakan, uji coba motor sudah dilakukan, maka saatnya melakukan kewajiban secara administratif. Dan benar saja, cukup besar juga dana yang harus saya keluarkan untuk berbagai penggantian bagian mesin si item.

Duit di dompet seketika itu juga habis, tapi untung saja masih ada beberapa lembar uang untuk ongkos pulang hehe..

Sebelum pulang, kepala mekanik memberikan nomor kontak beliau, jika sewaktu-waktu ada rekan di Semarang yang membutuhkan sparepart maka langsung dapat dipesan. Dan jika barang di gudang tersedia, akan segera dikirim ke tempat tujuan dengan membayar HET ditambah biaya pengiriman saja.

Wah..nggak bakalan repot lagi cari sparepart yang "menghilang" dari Semarang nih :)


Cheers :beer:


Tidak ada komentar :