Senin, 03 Desember 2012

pelapisan raincoat menggunakan pelapis anti bocor

DISCLAIMER:
Penulis tidak terikat kontrak dengan produsen produk manapun yang tertera dalam tutorial ini

LOKASI:
Semarang, Jawa Tengah
7°1'34"S 110°24'53"E




So Let's Get Started
Cukup jengah juga mengingat riding terakhir kehujanan dari Caruban sampai Semarang, dengan kondisi jas hujan alias raincoat yang sudah mulai tembus air pada sela-sela jahitan, setelah 1 tahun pembelian.



Terbukti sudah harga raincoat yang cukup mahal ternyata tidak menjamin barang tersebut awet.

Ada beberapa opsi yang dapat dipilih biar gak lagi berbasah-basah sewaktu kehujanan, diantaranya beli raincoat baru. Tapi setelah melalui proses pertimbangan dan melihat dari segi finansial, maka saya memilih menggunakan kreatifitas untuk mengakali supaya raincoat lama dapat digunakan kembali.

Beberapa lama brainstorming sambil ngupil dengan mempertimbangkan segi durabilitas material penahan resapan air yang tepat beradhesi dengan material raincoat.

Setelah mengobrak-abrik isi gudang dan kotak perkakas, secara kebetulan mata ini terpaku pada sebuah kaleng cat yang cukup ekslusif, yaitu cat pelapis anti bocor.

That's it!

Tanpa pikir panjang lagi, segera disiapkan alat dan bahan untuk mengeksekusi keisengan ini.

siapkan semuanya

alat dan bahan 

Bahan-bahan:
raincoat setelan (pastinya)
cat pelapis anti bocor secukupnya

Alat-alat:
lap chamois
kuas kecil
hanger baju 2 buah

Sekarang, mari kita bekerja!

Pertama-tama, kita buka dan balik raincoat, jadi bagian dalam kini berada di luar.

balik sisi raincoat

jangan ketinggalan setelan celananya

Jika masih terdapat air, gunakan lap chamois untuk mengeringkan sisa air. Ingat! permukaan raincoat harus benar-benar kering. Bila perlu, jemur dahulu raincoat.

hilangkan air

Setelah permukaan dalam raincoat benar-benar bebas dari air, mulailah kuaskan cat pelapis anti bocor secara merata terutama pada bagian jahitan.

pakai kuas kecil saja

oleskan secara merata

Jangan lupa pada bagian setelan celana ya..

yang ini jangan sampai ketinggalan

Lebih baik gunakan cat pelapis anti bocor dengan warna yang sama dengan warna bagian dalam raincoat biar gak terlalu terlihat, dan gunakan material yang elastis, biar Anda masih bisa bebas bergerak. Nggak lucu dong kalau raincoat Anda sudah gak tembus air tapi kaku sewaktu dipakai..hihi..

pilih yang elastis

Setelah merata, jemur lagi raincoat agar pelapis anti bocornya benar-benar kering. Tapi perhatikan sewaktu Anda menjemur, jangan sampai ada bagian antar raincoat yang menempel, karena setelah kering akan susah melepas bagian yang lengket itu.

jemur yang benar

Setelah benar-benar kering, lipat dan simpan raincoat Anda, dan tunggu hujan turun untuk menguji ketangguhan raincoat baru Anda.

================================================================


kok nggak hujan juga yaaa...?


================================================================

Akhirnya hujan juga :D

uji coba berhasil!

Hasil pelapisan raincoat menggunakan cat pelapis anti bocor berhasil, terbukti dengan air hujan sudah tidak tembus lagi melalui sela-sela jahitan raincoat.

Untuk memberikan hasil yang maksimal, lakukan proses pelapisan secara berkala, dan jangan lupa kuasnya dicuci biar gak kaku :p

Selamat mempraktekan tutorial koplak ini pada raincoat Anda yang menggunakan sistem jahitan.




Cheers!


4 komentar :

adiet wahyoe mengatakan...

:shock:
Wkwkwkwk

vinceney mengatakan...

shock breaker? bukan..ini raincoat :p

adiet wahyoe mengatakan...

halah . . . -.-"
Pindah WP wae. .
Ben gampang dikomen
:p

adiet wahyoe mengatakan...

tes tes. . . .
:p