Selasa, 31 Desember 2013

Selamat Tahun Baru 2014

23.21
vinceney.blogspot.com mengucapkan selamat tahun baru 2014 bagi para pembaca semua.

Semoga ditahun yang baru ini masing-masing dari kita dapat mewujudkan mimpi dan cita-cita yang tertunda di tahun lalu. Mengutip kalimat dari Walt Disney,"..keep moving forward.." maka tak ada salahnya juga kita tetap melangkah maju menuju pembaruan dan kemajuan diri yang makin baik.

Tuhan Memberkati :)




Soto: Semarang Style!

23.15
Nah, sekarang saatnya mengulas salah satu kuliner khas kota saya tercinta, Semarang. Wingko sebenarnya makanan khas Babat, Lamongan, kemudian dimodifikasi dan laris di Semarang. Bandeng presto, sebenarnya berasal dari Juwana, Pati, kemudian dipasarkan dan laris di Semarang. Lumpia (Loen Pia) merupakan makanan 'peranakan' Tionghoa dengan Jawa yang memang memiliki cita rasa khas tersendiri. Lodeh Semarangan, tidak banyak yang tahu tentang masakan ini. Sayur lodeh tempe, terong dan kadang rebung, namun menggunakan kluwak sebagai bumbu tambahan, sehingga membuat kuah (dan isi sayuran) berubah warna agak menghitam.

Namun, karena saya sedang getol menyantap makanan asli Indonesia berisi sayuran dan kuah kaldu daging bertajuk soto ini, maka yang akan dibahas kali ini adalah Soto Semarang atau soto semarangan.
Hampir semua warung soto semarangan memiliki tampilan dan cara penyajian yang sama. Semangkok kecil soto berjenis kuah bening (tanpa santan) berwarna kecokelatan, bihun putih, tauge yang sudah direndam air panas, suwiran besar daging ayam, beberapa lauk tambahan berupa tempe goreng kering (bukan keripik tempe), perkedel, sate telur burung puyuh pindang, sate daging ayam dan sate kerang.


Soto: Pati Style!

22.33
Pati, Bumi Mina Tani. Sebuah slogan dari Kabupaten ini, dimana para pendirinya berharap seluruh daerah ini subur dan menghasilkan panen dari pertanian dan hasil perikanan yang melimpah. Tak hanya itu, daerah ini juga menyimpan potensi alam yang luar biasa indah sebagai obyek wisata (baca cerita perjalanan menjelajah Pati demi mencari kacang terlezat di sini).

Bagaimana dengan kulinernya?

Ada beberapa jenis menu khas Pati yang dapat memanjakan lidah. Sebut saja Nasi Gandul yang terkenal itu, atau beberapa panganan olahan kacang karena terdapat dua pabrik besar produsen pengolah kacang disana.

Namun, belum banyak yang tahu, jika Pati juga memiliki sebuah kuliner soto khas, yaitu soto kemiri.

Dilaporkan langsung dari sebuah warung soto kemiri langganan di Jl. Kamandowo, Pati, kira-kira lokasinya di -6.75363,111.036696

Halah! Apaan sih?



Kamis, 26 Desember 2013

Merry X-Mas!

22.30

Jumat, 13 Desember 2013

Soto: Blora Style!

19.54
Pagi itu aku hendak melakukan perjalanan dari Padangan menuju Semarang. Masih cukup pagi untuk bisa menikmati segarnya udara, namun sudah cukup siang bagiku untuk bisa menemukan para pedagang bubur ayam keliling yang biasa mangkal di beberapa sudut alun-alun kota Blora. Aku lapar dan ingin mengisi perut yang sudah mulai keroncongan menahan hawa dingin setelah kira-kira satu setengah jam membelah hutan Cepu.

Melewati alun-alun ke selatan menuju arah pasar besar Blora, dan aku dikejutkan oleh beberapa orang petugas kepolisian yang sedang melakukan Operasi Zebra 2013.

Operasi rutin mendekati akhir tahun demi kenyamanan dan menjaga ketertiban berlalu lintas.

Well..we all know what they actually means :D

Menuruti perintah seorang petugas untuk menunjukkan STNK dan SIM, sambil menunggu ia memeriksa surat-surat itu, aku melihat situasi di sekelilingku. Ternyata ada sebuah pujasera di belakang rombongan petugas itu. Setelah mendapat kembali SIM dan STNK dari petugas paruh baya yang kemudian bermuka masam itu, aku sedikit melipir ke pujasera, yang lokasinya kira-kira ada di koordinat -6.969847,111.413038 .


Sate: Blora Style!

18.51
Ada yang menarik perhatian ketika aku masuk ke dalam wilayah Kabupaten Blora, Jawa Tengah jika berkendara dari jalur tengah, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Tepat sebelum gapura masuk wilayah kabupaten, di sebelah selatan jalan dibangun sebuah taman kecil dengan sebuah tugu unik. Sebuah patung seorang lelaki penjual sate lengkap dengan angkringan pikulan dan beberapa piranti memasaknya.

Aku sempat bingung, kenapa Blora digambarkan dengan sate? Seberapa spesialkah sate Blora jika dibanding dengan sate Madura?

Kebetulan, pada 11 Desember lalu, Kota Blora merayakan ulang tahunnya ke-264. Maka, tak ada salahnya jika kita mengulik seberapa khas sih sate Blora ini.

Yuk..marii.. :)


Senin, 25 November 2013

Fruitarian!

23.56


Sudah beberapa kali aku melihat promosi salad buah Mom Anna ini di jejaring sosial. Dengan rasa yang ini, yang itu, yang begini atau begitu. Awalnya aku pikir, "Ah..bahasa iklan, wajar jika ditulis secara berlebihan. Tujuannya kan memang agar barang dagangannya laku."

Berawal dari kecintaan Mom Anna Blaz yang gemar memasak untuk keluarganya, pada akhirnya beliau 'berhasil' menciptakan resep mayonaise yang tidak asam di lidah. Jika Anda adalah penggemar salad, pasti tak asing dengan rasa asam mayonaise. Terlebih jika Anda membeli mayo dari supermarket. Merk atau kemasan apapun, kebanyakan akan terasa asam di mulut. Namun berbeda dengan mayo ini.

Sabar...ceritanya pelan-pelan dan berurutan dulu biar seru :D

[JMM] Jalan-Jalan, Muter-Muter, Makan-Makan

22.34


Setelah rubrik khusus CWP (Cangkrukan Warung Pecel) yang khusus ditulis sebagai bacaan ringan yang diambil dari hasil mendengarkan cangkruk (obrolan) pelanggan warung makan, kini dibuat lagi sebuah rubrik khusus yang membahas mengenai review makanan. Tak hanya tempat makanan, tapi dikhususkan membahas makanannya, baik makanan khas suatu daerah, makanan unik yang ada dalam satu daerah, perbandingan beberapa makanan yang sama dari beberapa daerah, dan semua yang berhubungan dengan makanan.

Tidak ada unsur berkendara yang dibahas dalam tulisan JMM, hanya makanan.

Tidak ada unsur iklan atau promosi bayaran dalam tiap tulisan JMM (wani piroooo...? :p). Saya akan menulis dengan seobyektif mungkin sesuai apa yang lidah dan otak saya katakan mengenai makanan tersebut.

Unsur tempat sebisa mungkin tetap akan saya tampilkan, dan pastinya harga makanan tersebut.

Jadi, tetap sehat, tetap semangat....halah...itu tag line acara kuliner di TV swasta nasional.

Jadi, siapkan diri Anda untuk dapat juga menikmati makanan yang sudah diulas dalam tiap tulisan JMM ini.



Salam :)

Sabtu, 23 November 2013

Cara Membuat Daftar Tulisan di Blog

19.27
Tulisan ini bukan murni ide saya, melainkan merupakan saripati dari berbagai tulisan tutorial blog. Saking banyaknya sumber, saya tidak sempat menuliskan satu persatu, karena juga merupakan hasil dari trial and error.

Jika Anda punya blog di wordpress, dan ingin membuat daftar tulisan atau arsip.
Masuk sebagai admin akun WP Anda. Klik Halaman > Tambah Baru > Sunting.
Atau jika Anda sudah punya halaman kosong khusus untuk daftar isi blog, langsung saja klk edit.

copy-paste kode berikut ini di tubuh tulisan:

Simpan dan nikmati arsip tab baru pada blog Anda :)

Jika Anda punya blog di blogspot, cukup panjang caranya.

Masuk ke akun blogger Anda.
Pilih Laman > Laman baru > Laman kosong

Tulis judul sesuai selera Anda, misal "Daftar Tulisanku", "Arsip", "Archives" atau lain sebagainya.

Pilih mode HTML, dan copy-paste kode berikut:
<script src="https://html-scripts.googlecode.com/files/feeds.js"></script>
<script src="http://NAMABLOGANDA.blogspot.com/feeds/posts/default?max-results=9999&amp;alt=json-in-script&amp;callback=loadtoc">
</script>
ganti tulisan NAMABLOGANDA dengan alamat blog Anda.

Ingin yang lebih WOW lagi?

tambahkan kode berikut di awal:
<div style="overflow:auto;width:480px;height:450px;padding:10px;border:1px solid #eee">
dan di akhir:
</div>
Kode tersebut untuk memberikan efek border dan scrolling.

Atau Anda ingin membuat daftar isi berdasar tanggal publikasi? 
Ganti tulisan
https://html-scripts.googlecode.com/files/feeds.js
menjadi
https://html-scripts.googlecode.com/files/feed-dates.js
Berdasar label? Ganti dengan
https://html-scripts.googlecode.com/files/feeds-labels.js

Publikasikan dan nikmati tampilan arsip otomatis di blog Anda :)

Nah...selamat mencoba :)



Salam

Rabu, 20 November 2013

Sadap-Menyadap

12.30
Jam tujuh lebih ketika aku masuk ke dalam warung. Terlalu banyak orang di kontrakan semalam, sehingga pagi itu aku mengalah dalam antrian kamar mandi. Kukira aku sudah kehabisan makanan di warung pecel langgananku itu, tapi ternyata masih cukup banyak persediaan. Sepiring nasi dan sayur lodeh yang masih panas tersaji di depanku tak lama setelah aku memesan. Aku memilih tempat duduk di kursi panjang dekat baskom berisi tumpukan tempe mendoan yang masih mengepul panas.

Sayup-sayup kudengar percakapan antara tiga orang lelaki paruh baya di meja dekat pintu. Kali ini obrolan yang agak berbobot. Masalah sospol, rupanya. Tak heran, karena belakangan aku tahu bahwa salah satu dari orang-orang itu adalah seorang perangkat desa setempat. Tak mau kalah dengan berita-berita hangat di pelbagai media nasional, mereka cangkruk perihal penyadapan yang dilakukan pemerintah Australia kepada presiden Indonesia dan beberapa tokoh di lingkaran dalamnya.

"Repot, ya..sekarang ostrali nyadap presiden" kata perangkat desa itu.

"Nyadap itu gimana sih pak bayan?" tanya seorang kepada perangkat desa itu. Bayan ialah jabatan untuk perangkat desa pembantu lurah atau kepala desa.

"Hmmm..." Sejenak perangkat desa dengan rambut yang sudah mulai memutih dan berbadan tambun itu menghentikan kalimatnya untuk mengambil cangkir kopi dari atas meja dan meminum isinya sedikit. Mungkin juga sambil mikir jawaban.

"Menyadap itu.." lanjutnya, "semacam ngambil data dari kantor presiden. Mungkin data penting negara, kalau sampai bocor, negara kita bisa hancur."



okay..close enough, sir.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, 'menyadap' memiliki arti sebagai berikut:
1. me·nya·dap v 1 mengambil air (getah) dr pohon dng menoreh kulit atau memangkas mayang atau akar: petani itu - enau untuk mendapatkan niranya; 2 ki mendengarkan (merekam) informasi (rahasia, pembicaraan) orang lain dng sengaja tanpa sepengetahuan orangnya: tugas agen rahasia itu - pembicaraan lawannya;
ter·sa·dap v terdengar (terekam) oleh pihak lain tanpa diketahuinya: pembicaraan kedua pemimpin itu - oleh dinas rahasia lawan;
sa·dap·an n 1 hasil menyadap; 2 pohon kelapa, enau, dsb yg disadap; 3 tempat untuk menampung air nira dsb hasil menyadap;
pe·nya·dap n 1 orang yg menyadap; 2 alat untuk menyadap; perekam: agen federasi itu memasang alat - di kantornya;
pe·nya·dap·an n proses, cara, perbuatan menyadap: - karet dilakukan oleh buruh pabrik perkebunan karet
Tentunya dalam kasus penyadapan yang konon dilakukan oleh pemerintah Australia (dan beberapa media memberitakan juga oleh pemerintah Amerika Serikat), kita menggunakan definisi ke-2.



"Berarti ada maling masuk kantor presiden, gitu ya pak?" Timpal yang seorang lagi.

"Yaa...bisa jadi" jawab pak bayan.

"Makanya pak presiden sampai prihatin sudah disadap." Tambah pak bayan yang kemudian dilanjutkan dengan obrolan topik lain yang berbeda.



Ngomong - ngomong, jika dilihat dari definisi diatas, berarti isi tulisan dari cerita di blog ini bisa dikategorikan sebagai penyadapan juga ya? Hehehe..



Salam :)

Selasa, 19 November 2013

Pelat Nomor Kendaraan Curian

20.19
CWP = Cangkrukan Warung Pecel
Cangkrukan (atau beberapa menyebut dengan 'cakrukan') adalah kegiatan ngobrol santai, nongkrong di pos ronda, depan rumah, pengkolan gang, warung kopi, bersama teman, saudara, kerabat atau tetangga. Obrolan ringan ngalor-ngidul sembari menyeruput kopi kental atau minuman hangat lain, beberapa batang rokok dan beberapa cemilan. Kegiatan ini sangat erat di dalam sosio-antropolog Jawa Timur. Tentunya kegiatan yang sama, namun jika dilakukan di cafe, pub, resto, bistro atau tempat modern lain belum dapat diterima sebagai kegiatan cakruk oleh beberapa kalangan.
==================================
Belum genap jam 6.30 pagi ketika aku duduk menghadap meja kecil yang dibuat bertingkat dengan beberapa baskom besar berisi tumpukan tempe mendoan dan tahu goreng. Semuanya masih hangat, baru saja ditiriskan dari penggorengan. Satu tingkat diatas baskom tadi sudah tertata piring berisi telur dadar dan lagi sebuh baskom besar berisi potongan ayam goreng. Kondisinya sama: masih hangat. Seorang ibu tengah baya berbadan tambun, pemilik, manager sekaligus chef warung nasi itu sudah sangat hapal dengan menu sarapanku: nasi pecel, telur dadar dan tempe mendoan. Sebentar ia berteriak kepada beberapa orang di dapur, "Teh hangat!" tanpa aku harus memesan. 
Memang hampir setiap pagi aku datang ke warung ini untuk sarapan, menikmati nasi hangat dan pecel beserta ubo rampe, kelengkapannya, walau kadang tersedia juga sayur lodeh yang juga masih panas. Sang penjual dengan gesit mengambilkan beberapa sendok nasi yang masih mengepul hangat dari dalam bakul anyaman bambu ke dalam piringku. Sambel kacang pedas manis disiramkannya keatas sayuran dan nasi hangat itu. Tak lupa segelas teh kental hangat dan manis yang kemudian tersedia di depanku, sebagai bekal mengawali kegiatanku hari itu. Ceritanya, to brighten up my day :D Sebuah tipikal warung makan di desa. Dinding papan bercat kusam, beberapa meja kayu besar dengan kursi panjang, dan alas tanah. Aroma kayu bakar di bagian belakang dan sedikit asap hangatnya yang mengepul ke depan memberikan kesan khas dapur pedesaan. Sebuah jam dinding tua menggantung di belakang sang empunya warung.
Letaknya hanya beberapa ratus meter dari tempatku bekerja dan akan sangat ramai di hari pasaran, satu dari lima hari penanggalan jawa, di pasar desa tak jauh dari situ. Warung itu akan tutup sekitar jam 9 pagi saja. Sebagai seorang pendatang, sesekali aku mendengar berita-berita lokal dan menyaringnya sebagai sebuah informasi yang, siapa tahu, dapat berhubungan dengan proses pekerjaanku seharian nanti.
Sama halnya pagi itu...

Minggu, 17 November 2013

Exploring Bojonegoro (part 4)

17.21

INTRO
Sebagai sebuah kabupaten, Bojonegoro memiliki rentetan sejarah panjang, dari menjadi bagian Kerajaan Majapahit, peralihan Kesultanan Demak, Kerajaan Pajang, Kesunanan Mataram, hingga kini menjadi bagian dalam wilayah Provinsi Jawa Timur, Negara Kesatuan Republik Indonesia. Wilayah yang terbentang seluas 230 ribu Ha, yang juga dilalui oleh anak sungai Bengawan Solo ini memiliki kondisi geografis yang cukup unik. Pemerintah daerah setempat mencatat sebesar hampir 33% penggunaan lahan sebagai persawahan, hampir 43% sebagai hutan negara dan 24% tercatat sebagai lahan kering. Ada apa di dalam daerah yang dibawah tanahnya mengandung cadangan minyak bumi di Pulau Jawa dengan curah hujan hanya sekitar 60 hari per tahun ini? Mari kita ekslporasi!

LET'S RIDE!
Waktu menunjukkan hampir jam satu siang ketika aku melintasi sebuah ruas jalan yang cukup lengang di Kecamatan Temayang, Selatan Bojonegoro. Pemandangan yang sudah lazim kutemui di Bojonegoro walau sudah memasuki pertengahan Bulan Okteber 2013 ini: lahan pertanian dan kebun kering. Cuaca siang itu cukup terik untuk memaksaku berhenti beristirahat. Sebotol air mineral yang kubawa langsung habis kureguk. Sudah beberapa kilometer aku menempuh jalan ini. Ruas jalan dengan hamparan aspal yang masih cukup baru, masih halus dan rata. Sangat berbeda dengan jalan akses dari Persimpangan Jetak, Bojonegoro ke selatan menuju Dander yang sebagian besar sudah bergelombang dan rusak kecil disana-sini.


Sabtu, 16 November 2013

Exploring Bojonegoro (part 3)

21.23


INTRO
Sebagai sebuah kabupaten, Bojonegoro memiliki rentetan sejarah panjang, dari menjadi bagian Kerajaan Majapahit, peralihan Kesultanan Demak, Kerajaan Pajang, Kesunanan Mataram, hingga kini menjadi bagian dalam wilayah Provinsi Jawa Timur, Negara Kesatuan Republik Indonesia. Wilayah yang terbentang seluas 230 ribu Ha, yang juga dilalui oleh anak sungai Bengawan Solo ini memiliki kondisi geografis yang cukup unik. Pemerintah daerah setempat mencatat sebesar hampir 33% penggunaan lahan sebagai persawahan, hampir 43% sebagai hutan negara dan 24% tercatat sebagai lahan kering. Ada apa di dalam daerah yang dibawah tanahnya mengandung cadangan minyak bumi di Pulau Jawa dengan curah hujan hanya sekitar 60 hari per tahun ini? Mari kita ekslporasi!

LET'S RIDE!
Pertengahan Bulan Oktober 2013.
Hari yang cukup panas waktu itu ketika aku berniat untuk sedikit meregangkan badan..ah..bukan, tapi juga meregangkan pikiran dari segala kesesakan keseharianku dengan sedikit melakukan perjalanan.


Jumat, 15 November 2013

Logo buat blog? Kenapa enggak?

21.08

Mulai berpikir untuk membuat logo untuk blog ini. Nggak muluk-muluk sih, walaupun masih terhitung sebagai blog 'kemarin sore' dengan entry yang masih sedikit dan tulisan yang masih amburadul dan acakadut. Tidak juga berniat untuk mengkomersialkan blog ini, tapi semoga bisa merepresentasikan sebuah kebebasan berpikir dan berpendapat.

apaan sih? :p

Sabtu, 09 November 2013

Secuil Cerita, Sebuah Perjalanan, Satu Keluarga, Beribu Kehangatan: JAMNAS 5 PRIDES

06.17

Waktu belum genap menunjukkan jam delapan pagi ketika aku menghentikan laju Annette di depan sebuah warung makan padang di sebelah barat Brebes. Perutku sudah mulai keroncongan setelah mulai berkendara dari jam setengah lima pagi tadi dari Semarang.
Sembari menunggu makanan dan minuman pesananku tersaji di meja, aku membuka aplikasi BBM di hp androidku. Belum se-real time aplikasi ngobrol lain, namun baru ini saranaku untuk berkomunikasi dengan om Agus Setiawan dari Cirebon, yang kepadanya aku sudah meminta bantuan untuk berangkat bersama menuju lokasi Jamnas 5 Prides di Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat.
Masih terlalu pagi untuk menunggu kelompok besar CC (Chapter Cirebon) yang rencana berangkat jam 1 nanti dari Kota Cirebon, maka aku memutuskan berangkat bersama rombongan pagi bersama om Agus dan om Yoko.

Rabu, 21 Agustus 2013

Perjalanan Mencari Kacang

01.28


DISCLAIMER
Butuh waktu panjang dan pergumulan batin yang sangat hebat hingga akhirnya saya memutuskan merilis riding report yang tertunda ini.
Persamaan nama karakter, orang hidup maupun yang sudah meninggal hanyalah kebetulan belaka.

LET'S ROLL!!
Pagi itu, sebuah pagi di Hari Minggu yang sangat cerah. Tanggal 23 September 2012, aku masih ingat betul. Karena file foto-foto menggunakan tanggal pemotretan sebagai penamaan, jadi sebenernya tinggal lihat nama file aja sih..haha..

Senin, 19 Agustus 2013

Exploring Bojonegoro (part 2)

01.40


INTRO
Sebagai sebuah kabupaten, Bojonegoro memiliki rentetan sejarah panjang, dari menjadi bagian Kerajaan Majapahit, peralihan Kesultanan Demak, Kerajaan Pajang, Kesunanan Mataram, hingga kini menjadi bagian dalam wilayah Provinsi Jawa Timur, Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Wilayah yang terbentang seluas 230 ribu Ha, yang juga dilalui oleh anak sungai Bengawan Solo ini memiliki kondisi geografis yang cukup unik. Pemerintah daerah setempat mencatat sebesar hampir 33% penggunaan lahan sebagai persawahan, hampir 43% sebagai hutan negara dan 24% tercatat sebagai lahan kering.
Ada apa di dalam daerah yang dibawah tanahnya mengandung cadangan minyak bumi di Pulau Jawa dengan curah hujan hanya sekitar 60 hari per tahun ini? Mari kita ekslporasi!

LET'S RIDE!
Saya nggak mau latah ikutan nulis judul cerita ini perjalanan 17-an atau semacamnya, walaupun perjalanan ini dilakukan tepat tanggal 17 Agustus. Sebut saja perjalanan biasa. Cukup riding santai lah..

Selasa, 02 Juli 2013

Exploring Bojonegoro (part 1)

19.18

INTRO
Sebagai sebuah kabupaten, Bojonegoro memiliki rentetan sejarah panjang, dari menjadi bagian Kerajaan Majapahit, peralihan Kesultanan Demak, Kerajaan Pajang, Kesunanan Mataram, hingga kini menjadi bagian dalam wilayah Provinsi Jawa Timur, Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Wilayah yang terbentang seluas 230 ribu Ha, yang juga dilalui oleh anak sungai Bengawan Solo ini memiliki kondisi geografis yang cukup unik. Pemerintah daerah setempat mencatat sebesar hampir 33% penggunaan lahan sebagai persawahan, hampir 43% sebagai hutan negara dan 24% tercatat sebagai lahan kering.
Ada apa di dalam daerah yang dibawah tanahnya mengandung cadangan minyak bumi di Pulau Jawa dengan curah hujan hanya sekitar 60 hari per tahun ini? Mari kita ekslporasi!

LET'S RIDE!
Senin pagi itu, awal bulan Juli, aku merasa sangat jenuh untuk bekerja. Tekanan pekerjaan. Tentunya sebuah fase lazim bagi setiap "kuli" yang setiap harinya berkutat dengan pekerjaan, berhadapan dengan atasan, beberapa kali bersinggungan dengan rekan kerja atau klien.

Minggu, 09 Juni 2013

The Hidden Village

13.10


LOKASI 
Gua Maria Sendang Jati

Alamat: Desa Penadaran, Gubug, Jawa Tengah

Koordinat: 7° 7' 46.85" S 110° 41' 49.24" E


DISCLAIMER
Cerita ini berisi perjalanan menuju tempat-tempat ziarah yang disucikan bagi umat Katolik. 
Cerita ini tidak bertujuan untuk memaksakan iman kepada umat penganut kepercayaan lain.



LET'S ROLL!
Beberapa waktu lalu saya sempat membaca sebuah cerita pendek mengenai sebuah tempat ziarah yang lokasinya tak terlalu jauh dari Kota Semarang. Tulisan dengan panjang tak lebih dari dua halaman di Majalah Salam Damai terbitan Keuskupan Agung Semarang itu menurut saya tidak mencantumkan informasi dasar yang penting bagi para calon peziarah seperti nama daerah atau alamat. Informasi yang bisa saya kantongi hanyalah beberapa kata kunci, seperti Gua Maria , Penandaran, Gubug, dan Purwodadi. Hanya dengan berbekal kata-kata kunci itu, saya memutuskan untuk mulai perjalanan menyinggahi tempat ziarah 'misterius' itu, karena dalam benak saya sama sekali belum terbayang dimana dan seperti apa tempat yang akan saya datangi ini.


Sembah Bekti Kawula, Dewi Maria

12.43


LOKASI 
Gua Maria Lordeng, Kudus

Alamat: Halaman SMP Kanisius Keluarga Kudus, Jl. Yos Sudarso 234, Kudus, Jawa Tengah

Koordinat: 6° 47' 46.0" S 110° 51' 10.8" E


Gua Maria Ratu Rosari, Juwana

Alamat: Jl. W.R. Supratman, Juwana, Kab. Pati, Jawa Tengah

Koordinat: 6° 43' 2.4" S 111° 8' 38.5" E


Gua Maria Sendang Harjo, Blora

Alamat: Desa Sendang Harjo, Kab. Blora, Jawa Tengah

Koordinat: 6° 53' 56.5" S 111° 26' 14.9" E



DISCLAIMER
Cerita ini berisi perjalanan menuju tempat-tempat ziarah yang disucikan bagi umat Katolik. 
Cerita ini tidak bertujuan untuk memaksakan iman kepada umat penganut kepercayaan lain



Kali ini saya akan mengupas tiga tempat ziarah sekaligus di wilayah Jawa Tengah bagian timur yang pada waktu lalu kebetulan saya lakukan secara maraton.

Kamis, 23 Mei 2013

Secuil Keheningan di Keramaian Kota

19.39



LOKASI 
Gua Bunda Maria Ibu Talanging Sih & Kapel Kristus Raja

Alamat: Jl. Tegalsari Gang VIII - IX Semarang, Jawa Tengah

Koordinat: 7° 0' 36.175" S 110° 25' 40.272" E





DISCLAIMER

Cerita ini berisi perjalanan menuju tempat-tempat ziarah yang disucikan bagi umat Katolik. 
Cerita ini tidak bertujuan untuk memaksakan iman kepada umat penganut kepercayaan lain.






LET'S ROLL!
"Tempat ini dulunya cuma tempat pembuangan sampah!" Papar Pak Yong, seorang umat yang sangat peduli dengan Kapel Kristus Raja dan Gua Maria Talanging Sih ini, yang berada di tengah perkampungan padat penduduk di bilangan Tegalsari Semarang.
"Kapel ini umurnya sudah lebih dari tujuh puluh tahun, lebih tua dari saya" tambahnya sambil tertawa.
"Salib dan corpus yang ada di situ diambil dari gereja lama sebelum renovasi. Itu (corpus) asli dari Belanda, dan kayu salibnya dari jati utuh." Kata Pak Yong yang selalu berada di gua maria hingga pukul delapan malam itu, sambil menunjuk salib besar di samping gua. 'Gereja lama' yang beliau maksud adalah Gereja Katolik St. Familia, Atmodirono, Semarang. Wilayah Tegalsari memang masuk dalam lingkup Paroki Atmodirono, walaupun secara administratif lebih dekat dengan Paroki Karangpanas.
"Mungkin Karangpanas kira kalau kapel ini kurang ada nilai 'jual', jadi dilepas kepada Atmodirono" kelakar beliau setelah tahu kalau saya menggereja di Paroki Karangpanas.

Senin, 06 Mei 2013

Bagaimana sih membaca koordinaat?

10.53



Makin pesatnya laju pertumbuhan penduduk membuat banyak sekali lahan tidur, persawahan, kebun maupun pengalihan fungsi lahan lain menjadi komplek perumahan, pertokoan, dan bangunan dengan fungsi lain. Beberapa sudah terpetakan, namun banyak diantaranya juga belum ada di peta, baik peta administratif perkotaan apalagi dalam GPS.

Beberapa sudah berinisiatif menuliskan 'alamat' mereka dalam bentuk angka-angka koordinat, supaya lebih cepat terlacak menggunakan piranti elektronik yang sekarang sudah terintegrasi dalam perangkat ponsel. Sebut saja ponsel besutan kanada, si robot hijau, apel tergigit, bahkan ponsel 'jadul' dengan sistem operasi symbian. Nampaknya sistem koordinat, yang juga disebut longitude-latitude (garis bujur dan lintang), sekarang ini tengah menjadi tren di antara para penggemar kegiatan berkendara bermotor untuk menunjukkan lokasi tertentu bagi para pengendara lain.

Minggu, 05 Mei 2013

Doa di Bukit

20.13

LOKASI
Gua Bunda Maria Ratu, Besokor

Alamat:  Jl. Weleri - Sukorejo, Kab. Kendal, Jawa Tengah

Koordinat:   7° 0’ 9.9” S  110° 3’ 55.8” E


DISCLAIMER
Cerita ini berisi perjalanan menuju tempat-tempat ziarah yang disucikan bagi umat Katolik. Cerita ini tidak bertujuan untuk memaksakan iman kepada umat penganut kepercayaan lain



LET'S ROLL!
Minggu siang itu cukup cerah setelah semalam Kota Semarang diguyur hujan yang cukup lebat. Pukul setengah dua siang saya meninggalkan rumah menuju Weleri, Kendal. Tujuan saya jelas: Gua Maria Besokor Weleri, Kendal.

Perjalanan dari ujung barat kota Semarang menuju Weleri, Kabupaten Kendal sungguh tidak menyenangkan, padahal yang saya lewati adalah jalur utama, pantura. Di sana-sini banyak ruas jalan dengan kondisi permukaan aspal tidak rata. Memang saya menjumpai beberapa alat cold milling machine. Sebuah mesin besar yang berfungsi mengelupas lapisan aspal lama dari ruas jalan, yang terparkir rapi di ruas jalan. Beberapa kali saya hampir tergelincir ketika melaju melewati ruas jalan dengan lapisan aspal yang telah “tergaruk” namun belum dilapis ulang. Sungguh sebuah kondisi pekerjaan yang membahayakan pengguna jalan, terutama pengendara kendaraan bermotor. Perjalanan tak lebih dari lima puluh lima kilometer itu terasa cukup panjang dan melelahkan karena selain ada penyempitan ruas akibat pekerjaan perbaikan jalan di beberapa ruas pantura, juga suhu dari cuaca panas yang tak kunjung menurun. Setelah melewati perlintasan rel kereta api Weleri, di sebuah pertigaan, ikuti papan penunjuk arah menuju Sukorejo.

Jumat, 29 Maret 2013

TEKTOK KOPLAAAAK..!!

20.40


Pagi itu cukup malas rasanya beranjak dari tempat tidur. Walau tak senyaman ranjang ekslusif senilai jutaan rupiah dan tak serapi kamar hotel bintang lima, tapi aku masih ingin terus bermalas-malasan di atas kasur buluk di dalam kamar sembilan meter persegi di rumah. Hari Jumat itu hari libur nasional. Tanggal 29 Maret 2013 merupakan peringatan wafatnya Tuhan Yesus, dan bagi kami penganut agama Katolik, adalah Hari Jumat Agung. Salah satu hari yang penting bagi iman kami. Tapi setelah melihat percakapan via grup BBM Nusantaride Jateng selama semalam, hari itu belum ada satupun orang yang menyatakan kesanggupan untuk survey lokasi kegiatan Nusantaride Jateng Ride and Share. Acara ini diumumkan kepada umum secara mendadak pada Hari Selasa sebelumnya, tanpa konfirmasi sebelumnya kepada para Nusantarider Jateng lain. Panik, karena dalam 'poster virtual'-nya, Rere mencantumkan nama saya sebagai PIC kegiatan, dan beberapa pesan singkat saya terima dari calon peserta.


Kamis, 28 Maret 2013

Bikin DP Blackberry Messenger ah..

10.54
Perangkat komunikasi bernama Blackberry ini semakin membumi di kalangan masyarakat. Ponsel pintar yang pada awalnya hanya dapat dimiliki oleh kalangan berduit saja ini, kini memasuki era "Ponsel pintar murah" yang menyasar pada segmen menengah.

Saya yang termasuk dalam golongan menengah, juga ikut-ikutan membeli perangkat yang digadang-gadang 'pintar' ini. Hanya ada satu keunggulan Blackberry diantara deretan ponsel pintar dengan Operating System lain hanyalah fitur Blackberry Messenger atau sering disingkat menjadi BBM.

Fitur ini layaknya pesan singkat, namun lebih privat dan cepat. Antar pengguna BBM dapat dengan mudah mengirim gambar, berkomunikasi lebih dari dua orang dan berdiskusi dalam grup yang dapat dibuat. Selain itu, pengguna Blackberry juga dapat memasang foto profil (display picture - DP) dan menulis status singkat selayaknya pada situs jejaring sosial.

Beberapa web dan blog menawarkan beberapa DP BBM yang lucu, unik, hingga religius. Untungnya saya bukan tipe orang yang suka terbawa arus menyalin DP BBM yang terkesan 'pasaran' itu. Membuat DP BBM tidak sesulit yang dibayangkan. Cukup menggambar menggunakan aplikasi Corel Draw atau Adobe Illustrator, dan disimpan dalam bentuk file .jpg dengan resolusi 96 dpi dengan ukuran 300 x 300 pixels atau 330 x 330 pixels dalam warna RGB 24-bit, jadilah DP BBM buatan kita sendiri yang tentunya unik dan limited edition

Bisa jadi dengan DP BBM itu, banyak teman yang suka dan malahan menyalin menjadikan DP BBM mereka.
Berikut ini juga saya pamerkan beberapa DP BBM hasil keisengan saya. Jika tertarik, klik kanan pilih copy untuk menyalin gambar ini untuk menjadikan DP BBM Anda.

Selamat mencoba :)


Kamis, 14 Maret 2013

Membuat Inner Linings pada box polos

10.45
Para pengguna kendaraan bermotor kini banyak yang melengkapi kendaraannya dengan piranti berupa tas keras (hard case) atau yang lazim disebut box. Ada berbagai macam bentuk, merk, ukuran serta kualitas yang dapat dipilih, tentunya dengan harga yang mengikuti. Beberapa menggunakan box pabrikan Italia dengan salah satu pertimbangan yakni tingkat keawetan, walaupun belakangan produsen box asal Italia tersebut mendirikan pabrik di Malaysia dan mendistribusikan produk mereka dari sana.

Dari berbagai model, ternyata tidak semuanya dilengkapi dengan sistem keamanan tambahan berupa sabuk pada bagian dalam. Bayangkan jika Anda telah susah payah menata isi bagian dalam box Anda sebelum bepergian, namun setelah sampai pada tujuan isi dalam box Anda menjadi berantakan karena jalan yang dilalui tidak selamanya halus dan rata. Bagaimana jika barang yang Anda bawa di dalam box berupa barang yang rentan pecah jika terkena goncangan yang cukup keras? Tentunya Anda harus ekstra hati-hati dalam berkendara.


Minggu, 27 Januari 2013

Perjalanan Ride and Capture

13.09


Hari itu Rabu, 23 Januari 2013. Waktu sudah menunjukkan jam 10 malam ketika saya tiba di depan sebuah pusat perbelanjaan di daerah Cikarang. Badanku sudah lelah dan menggigil karena kedinginan akibat terus-terusan kehujanan mulai dari Cirebon.
Tak menunggu lama, kuambil ponsel dan mengirimkan pesan singkat kepada mas Tomo memberitahukan posisi terakhir kepadanya.
Malam sebelumnya kami sudah saling kontak, dia memperbolehkan saya untuk bermalam sementara di kediamannya di daerah Cikarang, Bekasi.
Satu setengah jam saya menunggu sampai akhirnya beliau datang.