Selasa, 31 Desember 2013

Selamat Tahun Baru 2014

23.21
vinceney.blogspot.com mengucapkan selamat tahun baru 2014 bagi para pembaca semua.

Semoga ditahun yang baru ini masing-masing dari kita dapat mewujudkan mimpi dan cita-cita yang tertunda di tahun lalu. Mengutip kalimat dari Walt Disney,"..keep moving forward.." maka tak ada salahnya juga kita tetap melangkah maju menuju pembaruan dan kemajuan diri yang makin baik.

Tuhan Memberkati :)




Soto: Semarang Style!

23.15
Nah, sekarang saatnya mengulas salah satu kuliner khas kota saya tercinta, Semarang. Wingko sebenarnya makanan khas Babat, Lamongan, kemudian dimodifikasi dan laris di Semarang. Bandeng presto, sebenarnya berasal dari Juwana, Pati, kemudian dipasarkan dan laris di Semarang. Lumpia (Loen Pia) merupakan makanan 'peranakan' Tionghoa dengan Jawa yang memang memiliki cita rasa khas tersendiri. Lodeh Semarangan, tidak banyak yang tahu tentang masakan ini. Sayur lodeh tempe, terong dan kadang rebung, namun menggunakan kluwak sebagai bumbu tambahan, sehingga membuat kuah (dan isi sayuran) berubah warna agak menghitam.

Namun, karena saya sedang getol menyantap makanan asli Indonesia berisi sayuran dan kuah kaldu daging bertajuk soto ini, maka yang akan dibahas kali ini adalah Soto Semarang atau soto semarangan.
Hampir semua warung soto semarangan memiliki tampilan dan cara penyajian yang sama. Semangkok kecil soto berjenis kuah bening (tanpa santan) berwarna kecokelatan, bihun putih, tauge yang sudah direndam air panas, suwiran besar daging ayam, beberapa lauk tambahan berupa tempe goreng kering (bukan keripik tempe), perkedel, sate telur burung puyuh pindang, sate daging ayam dan sate kerang.


Soto: Pati Style!

22.33
Pati, Bumi Mina Tani. Sebuah slogan dari Kabupaten ini, dimana para pendirinya berharap seluruh daerah ini subur dan menghasilkan panen dari pertanian dan hasil perikanan yang melimpah. Tak hanya itu, daerah ini juga menyimpan potensi alam yang luar biasa indah sebagai obyek wisata (baca cerita perjalanan menjelajah Pati demi mencari kacang terlezat di sini).

Bagaimana dengan kulinernya?

Ada beberapa jenis menu khas Pati yang dapat memanjakan lidah. Sebut saja Nasi Gandul yang terkenal itu, atau beberapa panganan olahan kacang karena terdapat dua pabrik besar produsen pengolah kacang disana.

Namun, belum banyak yang tahu, jika Pati juga memiliki sebuah kuliner soto khas, yaitu soto kemiri.

Dilaporkan langsung dari sebuah warung soto kemiri langganan di Jl. Kamandowo, Pati, kira-kira lokasinya di -6.75363,111.036696

Halah! Apaan sih?



Kamis, 26 Desember 2013

Merry X-Mas!

22.30

Jumat, 13 Desember 2013

Soto: Blora Style!

19.54
Pagi itu aku hendak melakukan perjalanan dari Padangan menuju Semarang. Masih cukup pagi untuk bisa menikmati segarnya udara, namun sudah cukup siang bagiku untuk bisa menemukan para pedagang bubur ayam keliling yang biasa mangkal di beberapa sudut alun-alun kota Blora. Aku lapar dan ingin mengisi perut yang sudah mulai keroncongan menahan hawa dingin setelah kira-kira satu setengah jam membelah hutan Cepu.

Melewati alun-alun ke selatan menuju arah pasar besar Blora, dan aku dikejutkan oleh beberapa orang petugas kepolisian yang sedang melakukan Operasi Zebra 2013.

Operasi rutin mendekati akhir tahun demi kenyamanan dan menjaga ketertiban berlalu lintas.

Well..we all know what they actually means :D

Menuruti perintah seorang petugas untuk menunjukkan STNK dan SIM, sambil menunggu ia memeriksa surat-surat itu, aku melihat situasi di sekelilingku. Ternyata ada sebuah pujasera di belakang rombongan petugas itu. Setelah mendapat kembali SIM dan STNK dari petugas paruh baya yang kemudian bermuka masam itu, aku sedikit melipir ke pujasera, yang lokasinya kira-kira ada di koordinat -6.969847,111.413038 .


Sate: Blora Style!

18.51
Ada yang menarik perhatian ketika aku masuk ke dalam wilayah Kabupaten Blora, Jawa Tengah jika berkendara dari jalur tengah, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Tepat sebelum gapura masuk wilayah kabupaten, di sebelah selatan jalan dibangun sebuah taman kecil dengan sebuah tugu unik. Sebuah patung seorang lelaki penjual sate lengkap dengan angkringan pikulan dan beberapa piranti memasaknya.

Aku sempat bingung, kenapa Blora digambarkan dengan sate? Seberapa spesialkah sate Blora jika dibanding dengan sate Madura?

Kebetulan, pada 11 Desember lalu, Kota Blora merayakan ulang tahunnya ke-264. Maka, tak ada salahnya jika kita mengulik seberapa khas sih sate Blora ini.

Yuk..marii.. :)