Minggu, 19 Januari 2014

Rainy Riding Gear

19.23


DISCLAIMER
Dengan tidak mengurangi rasa hormat kepada para korban banjir di beberapa daerah di Indonesia dan kepada para korban letusan gunung api Sinabung di Sumatera, tulisan ini tidak bermaksud untuk mengolok-olok atau bersikap hedonis disaat terjadi bencana.

MUSIM HUJAN!
Cuaca ekstrim sebagai dampak dari pemanasan global mengakibatkan cuaca tidak menentu. Januari, bulan pertama pada tiap tahun, yang juga masuk kedalam musim penghujan. Bukan tidak mungkin hujan akan turun sangat deras, bahkan sampai berhari-hari. Bagi kita para pengguna moda transportasi probadi berupa kendaraan roda 2, akan sangat merepotkan jika harus beraktivitas ditengah hujan. Mulai dari berangkat dan pulang kerja, atau bahkan jika pekerjaan itu dituntut selalu wara-wiri tak kenal cuaca.

Nah, kalau sudah begitu, mau tidak mau ada pos tambahan untuk pembelian jas hujan. Walau sudah banyak himbauan mengenai bahayanya menggunakan jas hujan model ponco (beberapa menyebut dengan model kelelawar) selama berkendara, ternyata masih banyak pengendara yang mengabaikannya. Jas hujan model itu memang lebih murah dibanding jas hujan model setelan (terpisah antara jaket dan celana).

Senin, 13 Januari 2014

Luk 11:9

22.05


LOKASI 
Pondok Maria Medali Wasiat Jatirejo, Rembang

Alamat: Dukuh Jatirejo, Desa Grawan, Kec. Sumber, Kab. Rembang, Jawa Tengah

Koordinat: 6° 47' 16.8" S 111° 17' 20.4" E


DISCLAIMER
Cerita ini berisi perjalanan menuju tempat-tempat ziarah yang disucikan bagi umat Katolik. 
Cerita ini tidak bertujuan untuk memaksakan iman kepada umat penganut kepercayaan lain





Awal Januari 2014

Belum genap jam setengah satu siang itu dan hujan gerimis baru saja berhenti. Mendung tak terlalu pekat, tapi hawa panas dan lembab seakan memenuhi tiap sudut warung kecil berlantai tanah dengan sisa bungkus-bungkus makanan dan gumpalan tanah sawah berserakan ini. Kuletakkan cangkir kopi yang isinya baru saja sedikit kuhirup. Bukan kopi hitam favoritku, memang, tapi kopi instan buatan Bu Sarpan, sang pemilik warung, itu cukup dapat menyegarkan badanku. Sesekali aku ikut tertawa mendengar celotehan beberapa orang yang sedang berada di dalam warung, walau ada beberapa dialog mereka yang tak terlalu kupahami. Sambil melihat catatan yang sudah kubuat dalam aplikasi notes diponsel, kunikmati lagi sisa kopi yang sudah mulai dingin di dalam cangkir itu.

Selasa, 07 Januari 2014

Pengen Beli Kamera

21.54
Dalam pembuatan cerita atau tulisan yang menyertakan dokumentasi perjalanan berupa foto, selama ini saya hanya menggunakan hasil jepretan kamera yang tersemat didalam ponsel. Ada juga sih beberapa foto salinan dari beberapa teman yang dihasilkan dari kamera, baik kamera saku maupun DSLR.

Enaknya jeprat-jepret pakai kamera ponsel ialah saya nggak perlu lagi ribet membawa banyak barang, tapi repotnya kalau baterai ponsel lemah, bahkan sering ponsel sudah mati duluan sebelum saya memotret. Dari pengalaman itu, ingin rasanya membeli sebuah kamera digital yang mumpuni, praktis tanpa banyak pilihan dan fitur, dan yang terpenting; MURAH!

Nah..repot nih kalau sudah pasang patokan seperti ini hehe..

Beberapa teman yang juga memiliki blog menggunakan kamera DSLR, dimana hasil jepretan (yang pastinya bagus, karena pakai DSLR) digunakan sebagai penunjang isi tulisan. Ada harga, ada rupa, sih.

Tapi, apa sih sebenarnya arti dan cara kerja DSLR?

Head to Head: Mini Tank Bag 7 Gear X Mini Tank Bag Donimoto

01.10


DISCLAIMER
Tulisan ini merupakan murni ulasan yang bersifat obyektif. Blog ini tidak mendapatkan imbalan dari produsen-produsen terkait mengenai hasil ulasan, dan tulisan ini bukan 'titipan' dari produsen tertentu untuk mengunggulkan produk mereka dan menjatuhkan produsen lain. Masing-masing produk saya dapat dengan cara membeli.

Melanjutkan tulisan mengenai review tas multifungsi 'Jelajah Indonesia 1.0 Series' buatan Donimoto (baca ulasannya disini) dan kebetulan saya punya dua produk mini tank bag berbeda produsen dengan harga dibawah Rp 200.000, maka tidak ada salahnya untuk memberikan ulasan tentang keduanya disini.

Dari sebuah nama yang sudah besar diantara para penggemar motor dan memiliki basis penggemar fanatiknya sendiri: 7Gear, yang sudah mengeluarkan sebuah produk mini tank bag yang diberi nama "Ride On City" yang cukup kompak. Dan sebuah nama baru yang kini tengah mulai menggeliat: Donimoto, dengan prduk mini tank bag Java 1.1 Limited Prides Edition. Sebenarnya hanya berbeda bordir tulisan pada identitas mini tank bag. Secara basis tetap sama seperti produk Java 1.1 lainnya.



Senin, 06 Januari 2014

Pantai Pasir Kencana, Pekalongan: Terangkatnya Kembali Sebuah Kenangan

21.39

Malam ini tiba-tiba aku teringat akan sebuah kenangan perjalanan lama bersama para sahabat yang kami lakukan hampir setahun yang lalu. Banyak cerita dibalik perjalanan ini, tapi sudahlah. Saya hanya akan menuliskan catatan perjalanan menuju tempat wisata ini saja, walau dengan terbata-bata, sebatas memori ini dapat mengingat kembali peristiwa di 10 Maret 2013 lalu.

Mentari minggu pagi itu bersinar penuh semangat, ditengah musim yang tak menentu kala itu. Banyak yang gembar-gembor menyebut peristiwa ini sebagai climate change, sebuah pergantian iklim akibat ulah manusia. Manusia menuduh manusia. Anyway, kami bertujuh sedang dalam perjalanan pulang menuju Semarang dari Pekalongan dari menghadiri sebuah acara disana. Saya, Bang Zul, Dhika, Mahendra Juri, Rifki Zahree, Rezza dan Pak Addo Wisnu mengendarai motor masing-masing. setelah pada pagi harinya pada perjalanan berangkat, motor Bang Zul mengalami kendala. Sebuah kesalahan penyetelan klep yang mengakibatkan salah satu businya pecah di daerah Gringsing, Kendal.



Kira-kira pukul setengah tiga sore ketika kami memutuskan sejenak 'cari angin' ke suatu tempat wisata di Kota Pekalongan. Bang Zul yang besar dan tumbuh di kota ini tanpa ragu mengajak kami berkendara ke sisi utara kota. Tujuan akhir kami jelas: PANTAI!

Minggu, 05 Januari 2014

Review: Jelajah Indonesia 1.0 Donimoto

23.54

DISCLAIMER
Tulisan ini merupakan murni ulasan yang bersifat obyektif. Blog ini tidak mendapatkan imbalan dari produsen-produsen terkait mengenai hasil ulasan, dan tulisan ini bukan 'titipan' dari produsen tertentu untuk mengunggulkan produk mereka dan menjatuhkan produsen lain.

Melakukan perjalanan menggunakan kendaraan roda 2 memang mengasyikan. Dengan bentuknya yang relatif ramping, pengendara bisa bermanuver atau melakukan selap-selip diantara antrian kendaraan besar atau masuk gang untuk terlepas dari kemacetan. Namun, seiring dengan meningkatnya kebutuhan manusia akan barang dan perpindahan antar tempat yang cepat, menyebabkan beberapa pengendara memodifikasi kendaraan roda 2 mereka sehingga mampu membawa muatan yang lebih banyak.

Kamis, 02 Januari 2014

Dan, Keisenganku pun Berlanjut...

21.33
Masih ingat tulisan tentang keisengan saya membuat logo blog beberapa yang lalu? (baca di sini) Nah, setelah ada waktu luang, saya sempatkan datang ke tempat percetakan stiker. Saya lebih memilih cutting sticker yang ringkas saja. Dan hasilnya logo iseng itu dapat dituangkan menjadi stiker berukuran 6 x 6 cm.



Keren juga ketika tertempel di beberapa gadget hehe..

Belum sempat menempelkan stiker-stiker itu di badan Annette, karena baru mikir bagusnya ditempel disebelah mana.

Lalu, pesan satu sampel kemeja. Jatuhnya jadi lebih mahal, karena cuma pesan sebiji. Hasilnya? Not bad, lah, meskipun ada beberapa hal yang bisa dijadikan bahan revisi. Niatnya sih saya mau buat beberapa kemeja lagi dengan warna dan desain yang berbeda..hehe..



Okay..memang terkesan terlalu berlebihan kalau saya serius menganggap ini semua sampai-sampai buat kemeja 'seragam' segala, tapi rasanya ada kepuasan tersendiri ketika desain buatan kita dapat tertuang menjadi sebuah produk, walau sebenarnya jika dilihat lagi, masih terasa ada kejanggalan dalam hasil produknya. Tapi, kalau tidak mencoba, kapan lagi kita dapat membuktikan analisis kita?

Hehe.. *ketawa shinchan

Rabu, 01 Januari 2014

Soto: Kudus Style!

00.53
Konon sekitar tahun 1500 M, ditengah surutnya Kerajaan Majapahit, seorang penyebar agama Islam bernama Ja’far Shoddiq masuk ke dalam wilayah Loaram, Jawa Tengah yang juga pusat agama Hindu kala itu. Karena kelelahan dan sangat haus, seorang pandita menolong ulama itu dengan memberikannya air susu sapi. Di tempat itu, sang ulama kemudian membangun sebuah masjid dan perkampungan untuk kaum muslim, yang kemudian oleh warga sekitar menyebutnya dengan 'Kauman', dan nama kota itu ia ganti sesuai kenangannya akan Yerussalem, tempatnya menimba ilmu, menjadi Al-Quds, yang kemudian dilafalkan menjadi 'Kudus'. Ulama itupun berganti gelar menjadi Sunan Kudus. Untuk menunjukkan rasa terima kasihnya atas jasa pandita yang telah menolongnya, ia melarang penyembelihan sapi di wilayah Kudus, karena sapi merupakan binatang yang disakralkan dalam agama Hindu. (sumber tulisan dari sini)

Walaupun zaman telah berganti, namun hingga saat ini sikap toleransi masa lalu itu masih kuat tertanam, dan beberapa olahan makanan di Kudus yang semula menggunakan bahan dasar daging sapi, telah diganti menggunakan daging kerbau. Sebut saja nasi pindang dan soto, selain beberapa kuliner khas lain seperti lentog, garang asem dan jenang kudus.

Ada dua jenis soto khas daerah ini, yaitu soto Kudus dan soto kerbau. Kali ini yang akan diulas (atau dimakan?) soto kerbau terlebih dahulu.

Beberapa tempat saya kunjungi sebagai pengambilan data dengan metode sample.

Apa siih?