Selasa, 07 Januari 2014

Head to Head: Mini Tank Bag 7 Gear X Mini Tank Bag Donimoto



DISCLAIMER
Tulisan ini merupakan murni ulasan yang bersifat obyektif. Blog ini tidak mendapatkan imbalan dari produsen-produsen terkait mengenai hasil ulasan, dan tulisan ini bukan 'titipan' dari produsen tertentu untuk mengunggulkan produk mereka dan menjatuhkan produsen lain. Masing-masing produk saya dapat dengan cara membeli.

Melanjutkan tulisan mengenai review tas multifungsi 'Jelajah Indonesia 1.0 Series' buatan Donimoto (baca ulasannya disini) dan kebetulan saya punya dua produk mini tank bag berbeda produsen dengan harga dibawah Rp 200.000, maka tidak ada salahnya untuk memberikan ulasan tentang keduanya disini.

Dari sebuah nama yang sudah besar diantara para penggemar motor dan memiliki basis penggemar fanatiknya sendiri: 7Gear, yang sudah mengeluarkan sebuah produk mini tank bag yang diberi nama "Ride On City" yang cukup kompak. Dan sebuah nama baru yang kini tengah mulai menggeliat: Donimoto, dengan prduk mini tank bag Java 1.1 Limited Prides Edition. Sebenarnya hanya berbeda bordir tulisan pada identitas mini tank bag. Secara basis tetap sama seperti produk Java 1.1 lainnya.



Ditilik dari segi desain, produk besutan Kang Adet Vriono ini lebih dahulu beredar di pasar motorcycle apparels & accessories di Indonesia. Ride on City (ROC) memiliki bentuk yang kompak, selain fungsi utamanya sebagai tank bag, tas kecil ini dapat juga dibawa dengan cara dijinjing, diselempang atau dijadikan sebagai tas paha. Dibanderol seharga Rp 165.000 HET reseller, Anda akan mendapat ekstra rain cover dan seutas tali untuk selempang pada bundling penjualan.


Lain dengan produk buatan Doni Vingky. Walau sebagai pendatang baru, agaknya ingin bermain aman dengan sedikit menyontek desain para pendahulunya. Java 1.1 memiliki dimensi tas lebih panjang dari ROC yang diharapkan dapat memuat lebih banyak barang didalamnya. Dibanderol dengan harga Rp 195.000 + ongkos kirim. kecuali sudah ada reseller produk ini di kota Anda, sedikit lebih mahal memang. Anda akan mendapat ekstra rain cover, seutas tali panjang dan empat utas (2 pasang) tali lebih pendek untuk kait pada motor bertangki kondom, dan dapat juga menjadi tali yang melingkar paha saat dijadikan sebagai tas paha.




ROC memiliki rain cover tertutup dengan logo besar produsen di atasnya, sedangkan Java 1.1 memiliki rain cover sebagian dari plastik transparan, dengan harapan pengendara dapat tetap memeriksa gadget di dalam kantong atas dan GPS di kantong bawah.

Tes hujan?
Kedua rain cover masing-masing produk memiliki durabilitas sama baik ketika digunakan saat berkendara dalam guyuran hujan ringan. Java 1.1 didesain menggunakan ritsleting model tertutup yang akan menahan air hujan sampai beberapa menit untuk tidak masuk ke dalam kantong maupun ruang utama hingga Anda berhenti untuk memasangkan rain cover. ROC memiliki ritsleting biasa. Tentunya Anda harus cepat-cepat memakaikan rain cover ketika hujan turun, karena air dapat dengan mudah merembes.
Berkendara dalam hujan intensitas sedang dan rain cover terpasang pada Java 1.1 selama 3 jam, terbukti permukaan tas dibawah rain cover tetap kering, hanya ada sedikit embun di dalam masing-masing kantong. Hal yang wajar.

Perbandingan panjang tas dapat disajikan sesuai foto berikut.



Masing-masing produk memberikan dua kompartemen di bagian atas tas. Kompartemen ROC terdiri dari satu kantong transparan berbentuk kotak yang bisa muat gadget berukuran diagonal 6", dan satu kantong oval tertutup berlogo 7 Gear, sedangkan Java 1.1 mempunyai dua kantong transparan. Satu kantong berbentuk panjang namun mengerucut di bagian ujung. Agak aneh jika saya memasukkan ponsel ke dalamnya. Kantong ini hanya muat untuk gadget berukuran diagonal 5" saja. Kantong bawah yang juga transparan sengaja didesain untuk wadah GPS motor, sehingga pengendara diharapkan tidak kesulitan melihat tampilan GPS selagi berkendara.

Jika kita membuka ritsleting utama, ROC hanya dapat dibuka sampai bagian atas terbuka kurang lebih sebesar 90° saja, sedangkan Java 1.1 dapat dibuka seluruhnya.


Bagian dalam masing-masing tas.
ROC yang memiliki bentuk lebih kompak dapat menampung 1 unit orgy, 1 pak tissue basah yang harus diselipkan di atas orgy, 1 unit power bank ukuran 6" dan sebuah ponsel. Selama perjalanan, saya cukup kesulitan jika harus men-charge baterai ponsel karena kabel power bank yang tidak dapat sepenuhnya masuk ke dalam tas. Sebuah ritsleting memanjang di bagian dinding dalam tas disediakan produsen, mungkin maksudnya sebagai 'ruangan rahasia' jika kita harus menyimpan beberapa lembar uang atau dokumen tertentu. Sisi depan tas disematkan sebuah gantungan kunci, dua buah tempat pena dan sebuah bagasi jaring selebar tas. Cukup lega dan dapat memuat beberapa barang kecil seperti token internet banking.

Java 1.1 yang memiliki ukuran lebih panjang dapat menampung 1 unit orgy, 1 pak tissue basah, 1 unit power bank ukuran 6" beserta dompetnya, sebuah ponsel, dompet dan rain cover. Isi ruangan masih cukup lega walaupun dengan isi sebanyak itu. Jika berkendara sambil men-charge ponsel, seluruh kabel dan kepala charger dapat masuk seluruhnya ke dalam tas. Sayang sekali produsen tidak memperhatikan detail peletakan aksesoris di sisi depan. Sebuah gantungan kunci dipasang tepat ditengah atas tas, tepat dibawahnya disematkan dua tempat pena. Jika harus menyimpan kunci cadangan dan pena sekaligus, nantinya Anda akan kesulitan ketika menutup tas karena kunci dan pena tidak dalam posisi bebas, melainkan saling menumpuk. Sebuah saku kecil yang ditutup velcro disematkan dibawah tempat pena. Tidak bisa meletakkan benda-benda tambahan disana, kecuali benda seperti beberapa lembar uang, atau satu pak kondom. :oops:
Tambahan fitur yang tidak terlalu berfungsi baik menurut saya.

Sayap dan magnet.
ROC memiliki dua sayap dengan bentang 11 cm per sayap, sedangkan Java 1.1 memiliki tiga buah sayap dengan bentang 12 cm per sayap samping dan sekitar 10 cm pada sayap depan.
Perbandingan magnet, silakan dilihat dalam foto berikut.




Kedua sayap masing-masing produk dilengkapi velcro memanjang untuk memudahkan membongkar magnet. Foto pertama merupakan penampakan magnet pada Java 1.1. Bentuk magnet ROC menyatu dengan pelat dan dilem pada dasar kain dan jauh lebih besar dibanding magnet pada Java 1.1 yang hanya menggunakan pelat galvanis dengan bentuk potongan kurang rapi dan masing-masing dua buah magnet berbentuk donat.

Pada perbandingan nyata seperti ini, pada awalnya saya sempat ragu untuk menggunakan Java 1.1 ketika berkendara. Tes kekuatan magnet Java 1.1 dengan kondisi tas penuh terisi barang, ternyata ketika hanya menggunakan dua sayap samping pada tangki Annette, posisi tas dan rain cover masih cukup stabil bahkan ketika dipacu pada kecepatan 118 km/jam. Sampai disini saya menyimpulkan produsen cukup jeli menerapkan prinsip ekonomi yaitu menggunakan bahan seminimal mungkin untuk mendapatkan tingkat keuntungan (keamanan) semaksimal mungkin.

Namun sekali lagi, tes kekuatan magnet dilakukan pada motor jenis Bajaj Pulsar. Hasil ini belum tentu sama bila ditempel pada motor yang dikendarai dengan kecepatan yang lebih tinggi lagi. Jika demikian, tentunya saya lebih memilih durabilitas magnet ROC yang memiliki bentuk lebih besar. Asumsinya sih kekuatan magnetnya jadi lebih besar juga.



KESIMPULAN
Kesimpulan ulasan dua produk ditilik dari segi harga, volume muat, durabillitas magnet, durabilitas terhadap hujan dan fungsional kompartemen dalam ini dapat disajikan dalam tabel, sedangkan dalam segi desain tidak dapat dilakukan perbandingan mengingat kedua produk memiliki bentuk tas sesuai fungsi masing-masing.
Membidik pasar mini tank bag dengan ukuran sedikit lebih besar menjadi senjata utama Donimoto dalam memasuki persaingan pasar aksesoris pemotor yang sudah dilakukan 7 Gear jauh sebelumnya, tentunya dengan kematangan desain berdasar jam terbang. Memiliki desain yang hampir mirip, hanya saja memiliki volume yang lebih besar, rupanya produsen ingin sedikit bermain aman, walaupun sudah bereksperimen dengan menambahkan kantong transparan sebagai wadah GPS yang tentunya menjadi salah satu nilai tambah tersendiri, hanya saja Donimoto belum memperhatikan detil dan fungsional kompartemen sisi dalam tas seperti yang dilakukan 7 Gear.

Nah, sampai pada kesimpulan diatas, dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing untuk tiap produk mini tank bag lokal kelas harga dibawah Rp 200.000, silakan pilih sesuai kebutuhan jika Anda tertarik pada salah satu produk.

Salam :)

Tidak ada komentar :