Minggu, 19 Januari 2014

Rainy Riding Gear



DISCLAIMER
Dengan tidak mengurangi rasa hormat kepada para korban banjir di beberapa daerah di Indonesia dan kepada para korban letusan gunung api Sinabung di Sumatera, tulisan ini tidak bermaksud untuk mengolok-olok atau bersikap hedonis disaat terjadi bencana.

MUSIM HUJAN!
Cuaca ekstrim sebagai dampak dari pemanasan global mengakibatkan cuaca tidak menentu. Januari, bulan pertama pada tiap tahun, yang juga masuk kedalam musim penghujan. Bukan tidak mungkin hujan akan turun sangat deras, bahkan sampai berhari-hari. Bagi kita para pengguna moda transportasi probadi berupa kendaraan roda 2, akan sangat merepotkan jika harus beraktivitas ditengah hujan. Mulai dari berangkat dan pulang kerja, atau bahkan jika pekerjaan itu dituntut selalu wara-wiri tak kenal cuaca.

Nah, kalau sudah begitu, mau tidak mau ada pos tambahan untuk pembelian jas hujan. Walau sudah banyak himbauan mengenai bahayanya menggunakan jas hujan model ponco (beberapa menyebut dengan model kelelawar) selama berkendara, ternyata masih banyak pengendara yang mengabaikannya. Jas hujan model itu memang lebih murah dibanding jas hujan model setelan (terpisah antara jaket dan celana).


Prinsip 'ada harga ada rupa' membuat beberapa kali pemakaian, juga tidak akan menjamin jas hujan model setelan selalu awet. Mulai sobek karena material bahan yang buruk, hingga rembesan dari sela-sela jahitan. Bagaimana jika Anda harus hujan-hujanan saat berangkat sekolah, ke kampus, ke tempat kerja atau kesebuah acara penting dengan berkendara walau sudah mengenakan jas hujan, namun baju Anda tetap basah? Untuk kasus rembesan pada jahitan, Anda dapat 'menambal' menggunakan lapisan sealant yang biasa digunakan untuk membuat akuarium atau melapisi dengan lapisan cat anti bocor yang biasa digunakan untuk dinding atau atap rumah (baca tutorial koplaknya disini).

Jas hujan beres..

Bagaimana dengan alas kaki?
Beberapa orang lebih suka dengan hal yang praktis, yaitu membawa sandal sebagai pelengkap berkendara. Jika sewaktu-waktu hujan turun, maka yang dilakukan tinggal mengganti sepatu kesayangan dengan sandal yang sudah disiapkan. Hanya bermodal sebuah tas kresek besar yang dapat menampung sepasang sepatu Anda, maka tak perlu khawatir lagi sepatu kesayangan akan basah selama perjalanan.

Hal yang lumrah bagi para pengguna kendaraan tipe bebek atau skutik, walau dengan konsekuensi kaki Anda akan terkena air kotor dan penyakit kulit. Tapi, selama harga salep kulit masih murah, bukan menjadi hal yang buruk. Bagi Anda pengendara motor tipe sport, tentunya akan sangat kesulitan jika harus melakukan perpindahan gigi dengan sandal yang basah, bukan? Salah-salah kaki Anda akan tergelincir dan mengalami cidera.

Ada beberapa solusi untuk Anda pengguna kendaraan bertipe sport disaat hujan. Yang pertama adalah menggunakan sepatu boot. Beberapa produsen sepatu boot yang dirancang khusus  berkendara mengklain bahwa produknya cukup aman digunakan saat hujan ringan. Ingat, hanya saat hujan ringan. Jika intensitas hujan sudah mulai meningkat, maka air akan tetap merembes kedalam sepatu Anda. Terlebih lagi akan sangat susah mengeringkan sepatu boot yang basah di bagian dalam. Anda sudah mengeluarkan uang paling sedikit Rp 300.000 untuk sepasang sepatu, namun hasilnya air tetap merembes. Tentunya ada beberapa produk sepatu yang memang dirancang tahan air walau digunakan melintasi genangan air atau kubangan lumpur sekalipun, tapi harganya bisa mencapai jutaan rupiah. Belum sanggup deh kalau mau mengulas produk mahal. Sementara saya bermain di kelas menengah saja. Hehe..

Sepatu boot karet memberikan sebuah solusi bagi Anda yang ingin kaki tetap kering walau berkendara dalam kondisi hujan. Harganya bervariasi, mulai Rp 50 ribuan (tentunya ini adalah sepatu boot karet yang sering dipakai untuk pekerja proyek, umumnya berwarna hijau) hingga seharga Rp 100 ribuan. Produsen lokal sudah mem-branding salah satu produk sepatu boot karetnya khusus untuk pengendara sepeda motor.  Selain aman, karena akan melindungi kaki, dari segi model, tak kalah elegan dengan sepatu boot seharga ratusan hingga jutaan rupiah.

Kendalanya? Tentu saja, karena seluruh material terbuat dari karet, maka tidak ada lubang ventilasi yang disematkan. Terlalu lama mengenakan sepatu boot karet akan membuat kaki Anda cepat berkeringat dan tentu saja masalah aroma kaki menjadi problem selanjutnya. Solusi? Banyak..mulai dari melepas sepatu boot secara berkala, hingga menggunakan krim penghilang bau kaki sebelum mengenakan sepatu. Banyak kok dijual di toko.

Namun, ada beberapa orang yang merasa risih jika harus mengenakan sepatu boot saat beraktivitas di kantor. Walaupun sepatu boot tersebut dapat disembunyikan dibalik celana panjang, namun corak karetnya akan tetap terlihat. Hanya masalah seberapa kuat mental Anda jika harus memakai sepatu boot ke kantor, sih.

pemakaian sepatu boot diluar celana (diperagakan oleh model) :D

Jika sudah demikian, ada juga solusi saat Anda harus tetap mengenakan sepatu kesayangan Anda ke kantor namun tidak perlu takut terkena air hujan atau cipratan air selama perjalanan. Apalagi kalau sepatu itu Anda beli susah payah dan harganya pun cukup mahal. Beberapa produsen yang jeli akan peluang ini membuat sebuah jas hujan (sebut saja demikian) khusus untuk melindungi sepatu. Jadi, Anda tetap memakai sepatu, namun juga memakai jas hujan sepatu diluar. Beberapa menyebut sebagai rain shoe, rain coat shoe, sepatu hujan, dan sebutan-sebutan lain. Intinya sih sama, yaitu produk ini dapat melindungi sepatu kesayangan Anda saat berkendara tanpa harus melepas sepatu. Bentuknya cukup stylish, terbuat dari material yang ringan dan dilengkapi dengan sol karet yang melindungi selip kaki. Mau yang model pendek, yang dijual mulai Rp 35 ribuan atau model panjang denga harga Rp 75 ribuan. Tinggal pilih sesuai selera masing-masing. Produk-produk ini mudah dilipat sehingga tidak menyita banyak ruang dalam tas atau bagasi, juga mudah dibersihkan.

contoh sepatu hujan. Warna kuning: model pendek, warna merah & hitam : model panjang

Lalu bagaimana dengan keselamatan tangan selama berkendara dalam guyuran hujan?
Anda memiliki sarung tangan dari kain, atau kulit, bahkan sudah membeli sarung tangan dengan protektor di punggung tangan dan grip untuk memegang stang motor, namun tetap basah juga jika dipaksa tetap dipakai berkendara saat hujan. Salah-salah tangan Anda jadi lebih dingin karena sarung tangan basah. Lebih parahnya lagi, jika terlalu lama mengenakan sarung tangan basah, tangan Anda bisa mati rasa loh! Bahaya bro! Hihihi...

Ada sebuah solusi mudah dan murah jika Anda harus tetap berkendara selama hujan namun juga menjaga tangan kering dan aman. Anda cukup membeli sepasang sarung tangan karet. Ada dua pilihan. Yang pertama, Anda dapat membeli sarung tangan bedah di apotek. Harganya sekitar Rp 6.000 sepasang. Cukup murah dan ketat. Karena terbuat dari karet polos dan tipis, maka Anda dapat memakai sarung tangan bedah itu didalam sarung tangan Anda. Tangan tetap kering, namun juga tetap aman saat menggenggam stang motor. Sarung tangan bedah ini memang dirancang untuk sekali pakai, jadi jika ingin terus mengenakannya, berhati-hatilah dalam memakai dan melepasnya, karena rentan sobek. Solusi kedua adalah dengan membeli sarung tangan karet di toko bahan bangunan. Harganya bervariasi, namun beberapa waktu lalu saya mendapat sarung tangan karet dengan bahan lebih tebal dari sarung tangan bedah seharga Rp 8.000 saja. Dengan sarung tangan model ini, Anda dapat mengenakannya sebelum sarung tangan berprotektor atau tanpa sarung tangan sama sekali karena menggunakan bahan karet yang tebal.

contoh sarung tangan karet yang dibeli dari toko bahan bangunan

Nah, jika semua sudah siap, maka Anda pun siap untuk berkendara menerjang hujan. Tapi tetap jaga keselamatan dan kewaspadaan ya. Jangan sampai karena Anda harus kejar setoran maka berkendara secara ngawur. Berkendaralah dengan penuh tanggung jawab.

Semoga tulisan seadanya ini dapat memberikan inspirasi bagi Anda yang memiliki mobilitas tinggi menggunakan kendaraan roda 2.

Salam :)

Tidak ada komentar :