Kamis, 24 Juli 2014

JESUS HOMINUM SALVATOR

22.02


LOKASI 
Gua Santa Perawan Maria Regina, Mojosongo

Alamat: Jl. Brigjen Katamso, Purbowardayan, Surakarta

Koordinat: 7° 32' 46.2"S 110° 50' 23"E


DISCLAIMER
Cerita ini berisi perjalanan menuju tempat-tempat ziarah yang disucikan bagi umat Katolik.
Cerita ini tidak bertujuan untuk memaksakan iman kepada umat penganut kepercayaan lain




Waktu menunjukkan sekitar jam 12.20 siang itu ketika bus yang kutumpangi berhenti di depan sebuah mini market. Kupikir karena ada pesanan dari salah satu penumpang atau kru bus yang ingin sebentar berbelanja. Kupikir tak ada salahnya juga turun dan merasakan teriknya sinar matahari siang itu, sambil membeli beberapa butir permen penghangat tubuh. Sudah berjam-jam aku duduk kedinginan di dalam bus ini. Sambil menikmati permen pedes, dan menikmati suasana sekitar. Ternyata semua penumpang bus pariwisata ini juga ikutan turun. Kala itu Hari Minggu, 1 Juni 2014, aku ikut rombongan ziarah dari sebuah lingkungan, untuk merayakan penutupan Bulan Rosario, Mei sebelumnya. Ternyata sebuah papan penunjuk di ujung gang persis di sebelah mini market ini yang membuat mereka semua ikutan turun dari bus dan sibuk menyiapkan diri. Owalah..ternyata aku sudah sampai di lokasi (dari tadi ngapain aja mas?) Gua Maria Mojosongo, atau lebih tepatnya: jalan masuk menuju Gua Maria Mojosongo :p

Rabu, 23 Juli 2014

Langit dan Bumi akan Berlalu, Tapi Perkataan-Ku Tidak akan Berlalu

01.10


LOKASI 
Gua Maria Pereng Getasan

Alamat: Kecamatan Getasan, Kopeng, Kab. Semarang

Koordinat: 7° 22' 33.5" S 110° 26' 39.3" E


DISCLAIMER
Cerita ini berisi perjalanan menuju tempat-tempat ziarah yang disucikan bagi umat Katolik.
Cerita ini tidak bertujuan untuk memaksakan iman kepada umat penganut kepercayaan lain






Ini merupakan kali kedua aku datang berziarah ke tempat ini, setelah sebelumnya di 16 Desember 2012 lalu (kalau mau baca cerita cupunya klik link ini). Beberapa kali kudengar cerita bahwa tempat ini sudah mengalami begitu banyak renovasi dan penataan ulang dibanding waktu pertama kali aku berkunjung.

Kali ini aku mencoba lebih memutar lewat Kota Salatiga,  hanya untuk melihat suasana yang berbeda dibanding kalau lewat Jalan Lintas Salatiga (JLS). Suasana kota yang sejuk walau kala itu tengah hari menyapaku lembut, hingga aku melaju naik menuju Getasan. Kira-kira jam satu siang dan kabut belum turun.


Bunga Mawar Yang Gaib, Doakanlah Kami

00.20


LOKASI
Gua Maria Sancta Rosa Mystica, Mater Divinae Gratiae, Tuntang

Alamat: Desa Banyu Urip, Delik, Tuntang, Kab. Semarang, Jawa Tengah

Koordinat: 7° 14’ 56.44” S 110° 28’ 56.2” E


DISCLAIMER
Cerita ini berisi perjalanan menuju tempat-tempat ziarah yang disucikan bagi umat Katolik.
Cerita ini tidak bertujuan untuk memaksakan iman kepada umat penganut kepercayaan lain




"Ada yang bisa dibantu, Mas?"
Sebuah suara lelaki mengagetkanku ketika aku sedang celingukan di sebelah kios dengan pelataran luas. Sesosok lelaki paruh baya keluar dari rumah, dengan tulisan 'Y. Subagya' tertempel tepat di atas ambang pintu rumah itu. Tubuhnya kurus. Senyum ramah selalu menempel di wajahnya.

Rupanya beliau sang empunya rumah, bapak Subagya.

Sebelum menimbulkan prasangka buruk, segera aku memperkenalkan diri dan untuk apa aku ada di situ.

"Mau survey, Pak" jawabku.

Obrolan kami berlanjut, tapi nampak pak Bagya terburu-buru.

"Saya mau nyoblos dulu" kata beliau.

Memang hari itu bertepatan dengan pelaksanaan pesta demokrasi lima tahunan di negeri ini. Pemilihan presiden secara langsung, dan beliau sebagai warga negara yang baik hendak menyalurkan aspirasinya.

"Nanti kalau butuh apa-apa langsung hubungi saya saja. Untuk umat, sebisa mungkin bapak dan umat sini bantu" kata prodiakon ini sambil menyiapkan kendaraannya untuk segera menuju TPS desa.

" Sejarah Gua Maria, cari aja di internet, Mas. Banyak kok yang sudah nulis. Bapak tinggal dulu ya" pamitnya singkat.

Jumat, 18 Juli 2014

Air dan Jalan Kehidupan

09.42



LOKASI 
Gua Maria Marganingsih, Bayat


Alamat: Marganingsih, Bayat, Klaten, Jawa Tengah


Koordinat:    7° 47’ 3.45” S 110° 37’ 47.72” E
DISCLAIMER
Cerita ini berisi perjalanan menuju tempat-tempat ziarah yang disucikan bagi umat Katolik.
Cerita ini tidak bertujuan untuk memaksakan iman kepada umat penganut kepercayaan lain





Semasa kecil, aku sering diajak oleh paklik (paman, adik ayah -red) melewati tempat ini. Gua Maria Marganingsih di Dukuh Ngaren, Desa Paseban, Kecamatan Bayat, Klaten. Maklum, karena rumah mertua beliau berada di desa itu, dan ketika liburan sekolah, sepupu-sepupuku sering berkunjung ke tempat nenek mereka. Hanya lewat, karena di tahun 1990-an Gua Maria ini belum dibuka untuk umum sebagai tempat ziarah. Seingatku karena tempat ini dulu masih 'seadanya'. Maksudnya belum dikelola secara baik karena memang hanya tempat doa milik pribadi. Pun jika masyarakat umum yang menggunakan sebagai tempat berkumpul dan berdoa mentok-mentoknya hanya dari lingkungan sekitar saja. Tempat ziarah ini berada tepat di pinggir jalan Bayat – Cawas dan Bayat - Wedi, Klaten. Dulu, dari Sleman menuju tempat ini rasanya sangat lama dan jauh, walau menggunakan mobil. Sampai beberapa saat lalu aku berkesempatan berziarah disini, masih juga terasa jauh hehe.. padahal jika jaraknya dilihat dari GPS, tak  lebih dari 20 km dari pusat Kota Klaten, atau sekitar 30 km dari rumah keluarga besar kami di Desa Cupuwatu, Sleman, DIY. Betapa tidak? Selama perjalanan kita akan disuguhi dengan pemandangan hamparan persawahan. Walau sekarang sudah tidak sesejuk dulu, tapi rasanya tidak akan mungkin ngebut dan melewatkan suguhan alam yang menyejukkan mata ini, mungkin juga selain jalan poros kecamatan yang hanya selebar sekitar tujuh meter ini hihi..