Rabu, 16 Desember 2015

"Aku mau, jadilah engkau tahir"

03.33


LOKASI

Gua Maria Sendang Harjo, Blora
Alamat: Desa Sendang Harjo, Kab. Blora, Jawa Tengah
Koordinat: 6° 53' 56.55" S 111° 26' 15.45" E

DISCLAIMER

Cerita ini berisi perjalanan menuju tempat-tempat ziarah yang disucikan bagi umat Katolik.
Cerita ini tidak bertujuan untuk memaksakan iman kepada umat penganut kepercayaan lain



Wireskat (Wisma Rehabilitasi Sosial Katolik) didirikan pada tanggal 8 September 1972 oleh P. Ernesto Fervari CM yang pada waktu itu adalah Pastor Kepala Paroki St. Pius X, Blora. Pada awal berdirinya Wireskat menampung delapan orang penyandang cacat kusta yang ditemukan oleh Sr. Ludgera Gales PK, P. Sebastiano Fornasari CM atau P. Ernesto sendiri. Para penyandang cacat kusta itu berasal dari beberapa kota di Jawa Timur yang sedang berobat di Rumah Sakit Kusta Kediri.

Mereka melihat betapa para penyandang cacat kusta itu tidak mendapat tempat dalam masyarakat, bahkan dalam keluarga mereka sendiri. Mereka yang awalnya tidak mempunyai keahlian untuk dapat bekerja terutama karena cacat yang mereka alami, karena kerusakan saraf akibat kuman kusta mulai ditampung dan diajarkan berbagai macam bidang keahlian seperti bertani, bercocok tanam, pertukangan, dan sebagainya sehingga banyak di antara para penyandang cacat kusta itu tak lagi berkeliaran dan mengemis di jalan-jalan agar dapat mencukupi kebutuhan mereka sehari-hari.

Wireskat juga terdengar seperti virescat dalam bahasa Latin yang berarti 'Kekuatan'.

Untuk itu kenapa vinceney memilih satu ayat dalam Injil Matius 8: 3b, dimana dalam perikop luas (Mat 8: 1-4) diceritakan ada seorang yang sakit kusta datang kepada Yesus untuk minta disembuhkan.  
Baru setelahnya sampai pada tahun 2006 diresmikan Gua Maria Sendang Harjo sebagai bagian dari Wireskat untuk sarana ziarah umat Katolik, tak hanya di dalam Wireskat, namun juga umat se-Paroki, bahkan kini sudah berlangsung Perayaan Ekaristi rutin tiap malam Jumat Kliwon yang tak hanya dihadiri umat se-Rayon Cepu, tapi sampai daerah lainnya.

Berhubung sedang agak malas untuk menulis dan bercerita, karena memang sudah pernah diterbitkan sebelumnya di sini, maka untuk kesempatan kali ini vinceney hanya akan memberikan beberapa foto situasi Wireskat dan Gua Maria Sendang Harjo.
Hehe..

Sabtu, 05 Desember 2015

Ride for Others: Let's Ride for Books Share 2 - the story

05.20


Sunday, Nov 29, 07:38

Waktu yang ditunjukkan di layar ponselku beberapa menit setelah aku tiba di SPBU di seberang sebuah rumah sakit internasional di bagian barat Kota Semarang.
SPBU ini menjadi titik kumpul kedua yang disepakati sebagai tempat pemberangkatan kelompok kedua Books Share kali ini. Delapan menit terlambat dari waktu yang ditentukan, yakni setengah delapan pagi. Sempat mengalami kendala dalam perjalanan tadi sehingga sedikit terlambat. Aku memutuskan untuk ikut dalam rombongan keberangkatan kedua karena tentunya aku harus pergi ke gereja dulu sebelumnya. Sesuai di obrolan group WhatsApp, hanya ada aku dan Pak Wisnu yang berada dalam rombongan ini, dan kami sudah bersepakat bahwa "setengah delapan TENG berangkat" karena kelompok pertama sudah disepakati berangkat pada pukul setengah tujuh sebelumnya.

Kami berencana pergi ke SMP Negeri Satu Atap, Desa Notogiwang, Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan untuk menyalurkan bantuan berupa buku-buku bacaan untuk siswa-siswi di sana. Rencana ini sudah kami susun berbulan-bulan lamanya. Lalu kenapa harus ke tempat sejauh itu? Kebetulan waktu itu Bang Zul, yang bekerja di BASARNAS, sedang melakukan tugas penyelamatan bencana di Kabupaten Pekalongan, dan bertemu dengan teman lamanya yang kebetulan mengajar di sekolah itu. Setelah dilakukan survey awal, kemudian disepakati sekolah itu kami pilih untuk diberikan bantuan karena selain lokasinya yang masih sulit dijangkau, para siswa di sekolah itu memiliki banyak prestasi, terlihat dari puluhan trophy yang menumpuk, namun belum terlalu mendapat perhatian untuk mengembangkan potensi mereka.

Awalnya, kegiatan ini akan kami namakan "Gerakan 1.000 buku", tapi mengingat keterbatasan waktu untuk bisa mengumpulkan seribu buah buku, kami mengganti dengan nama yang lebih sederhana, yaitu "Books Share 2". Lalu yang pertama? Baca keterangannya di sini. Fokus awal kami untuk memberikan beberapa buku bacaan yang relevan yang bisa membantu meningkatkan potensi siswa-siswi di sana, beberapa rak buku, rak piala untuk memajang trophy-trophy hasil prestasi para siswa, beberapa poster yang berisi kalimat motivasi, dan tenda pramuka. Pada awalnya kami ingin sekalian membuat sebuah perpustakaan atau sekedar taman baca kecil, tapi mengingat keterbatasan dana dan waktu pengerjaan, maka pembuatan perpustakaan harus kami eliminasi dari daftar kegiatan.

Kembali ke titik kumpul ketika sinar mentari mulai beranjak naik dan menyinari tempatku berhenti yang semula teduh.

Wah...jangan-jangan aku sudah ditinggal nih..

Jumat, 04 Desember 2015

Ride for Others: Let's Ride for Books Share 2 - prelude

06.45


Melakukan perjalanan berkendara selama ini selalu identik dengan foya-foya, jalan-jalan nggak jelas dan hanya menghamburkan uang, sebagian diantaranya malah menambahkan daftar hitam berupa mnegkonsumsi narkoba atau minum minuman keras sampai mabuk dan bertindak anarkis dan beragam tindak negatif lain. Namun, hal tersebut tidak berlaku bagi sebagian kelompok pengendara yang memberikan value, nilai, tersendiri dalam perjalanan berkendara yang dilakukan. Tidak hanya menghamburkan uang dengan sia-sia, namun menambahkan sebuah misi khusus dalam perjalanannya. Sebut saja misi untuk memetakan tempat ziarah atau tempat wisata dan keunikannya dalam suatu cakupan area. Bisa saja dalam sebuah kota, kabupaten, karisidenan, provinsi, pulau atau kepulauan, seluruh Nusantara hingga lintas benua. Misi sosial dengan mengunjungi panti asuhan, panti wredha, desa terpencil yang belum mendapat jamahan listrik, pembangunan perpustakaan atau taman baca di desa-desa, dan lain sebagainya.

Hal ini pula yang menarik perhatian kami, Ride for Adventures (rfoa), sebuah perkumpulan independen para pelaku dan penikmat perjalanan berkendara yang berbasis di Kota Semarang, yang mencoba memberikan nilai tambah pada sebuah perjalanan.

Sabtu, 04 Juli 2015

Roh Kudus, Bimbinglah kami ke Jalan Keselamatan-Mu

00.01


LOKASI
Gua Maria Sancta Rosa Mystica, Mater Divinae Gratiae, Tuntang

Alamat: Desa Banyu Urip, Delik, Tuntang, Kab. Semarang, Jawa Tengah

Koordinat: 7° 14’ 56.44” S 110° 28’ 56.2” E



Gua Maria Sendang Jati, Gubug

Alamat: Desa Penadaran, Gubug, Jawa Tengah

Koordinat: 7° 7' 46.85" S 110° 41' 49.24" E



DISCLAIMER
Cerita ini berisi perjalanan menuju tempat-tempat ziarah yang disucikan bagi umat Katolik.
Cerita ini tidak bertujuan untuk memaksakan iman kepada umat penganut kepercayaan lain.



Sebenarnya ini adalah cerita lanjutan perjalanan dari Gua Rong View & Resort (baca ceritanya di sini).

Setelah beberapa bulan tenggelam dalam rutinitas pekerjaan, akhirnya bisa dapat beberapa hari yang cukup longgar sehingga aku bisa sejenak mencari tempat untuk menyepi. 

Inginku untuk datang berziarah ke tempat yang agak jauh, tapi karena belum sepenuhnya libur, jadi cukup mencari 'pelarian' yang tidak terlalu jauh dari Kota Semarang. Pilihan awal aku memilih untuk pergi ke Gua Maria Tuntang, Pereng atau Sendang Jati.

Jumat, 03 Juli 2015

Wisata "Semarang Coret": Menikmati Pemandangan Rawa Pening dari Gua Rong View and Resort

16.53


Bermula dari sebuah komentar yang masuk pada sebuah posting dari seorang blogger wanita dari Ungaran, yang meminta menggunakan salah satu foto dalam postingan vinceney(dot)net untuk kelengkapan post blognya. Penasaran, setelah membaca tulisannya yang sudah dipublikasikan di sini, tertarik juga aku untuk mengunjungi tempat itu.

Kebetulan di Hari Minggu itu aku ingin mengunjungi Gua Maria Rosa Mystica di daerah Tuntang, Kabupaten Semarang dan tempat yang menarik perhatianku itu berada satu rute. Tanpa pikir panjang lagi, aku 'mejadwalkan' untuk sebentar kesana.

Tuntang - Lapangan Tlogo - Gapura Mlandong - Gua Rong.
Hanya sebatas itu saja informasi rute yang bisa kudapat dari posting di blog itu. Tapi, bukan aku namanya kalau tidak berani nyasar. Jadi, Pe-De aja (atau ke-Pe-De-an) menyusur rute menuju Gua Maria Rosa Mystica hehe.. :D


Selasa, 02 Juni 2015

Tuhan Para Bangsa

21.08


LOKASI
Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus (HKTY), Ganjuran

Alamat:Ganjuran, Sumbermulyo, Bambanglipuro, Bantul, DIY Kotak Pos 215 Bantul 55702

Koordinat: 7°55’35.154”S, 110°19’10.974”E

DISCLAIMER
Cerita ini berisi perjalanan menuju tempat-tempat ziarah yang disucikan bagi umat Katolik.
Cerita ini tidak bertujuan untuk memaksakan iman kepada umat penganut kepercayaan lain.



LET'S ROLL!!
Sejak kecil -pada era tahun '90-an - aku sudah sering diajak oleh orang tuaku mengunjungi tempat ini. Yang kusuka ketika berkunjung ke komplek Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus Ganjuran ini adalah tempatnya yang rindang dan luas, dengan hamparan tanah berpasir serta candi yang kecil namun cukup mengagumkan, menurutku.

Gempa bumi yang melanda sebagian besar Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah pada Bulan Mei 2006 lalu ternyata cukup berdampak pada rusaknya kompleks gereja yang dibangun pada tahun 1927 ini. Namun, bencana tersebut tidak membuat umat Katolik di Ganjuran patah semangat dan patah iman. Didirikannya gereja darurat pasca gempa menjadikan bukti bahwa Tuhan berkarya menjamah hati setiap umat-Nya untuk saling peduli dalam menghadapai bencana.

another new logo

17.33
Nah..lagi-lagi sedang iseng utak-atik dan corat-coret kertas karena lagi bad mood di tempat kerja. Yang pertama kali terpikir adalah bikin logo baru untuk blog ini.

Yang pertama terpikir adalah membuat dengan gaya ambigram.

Apa itu ambigram?

Diambil dari tante wiki:
Ambigram adalah sebuah kata, frasa atau simbol yang mengandung elemen-elemen tertentu yang ketika dilihat atau diinterprestasikan dari arah berbeda atau dari perspektif tertentu ataupun dari orientasi tertentu akan memiliki bentuk atau susunan yang sama.
Secara gampang, ambigram tuh kata berbentuk grafis yang kalau diputar 180 derajat akan terbaca sebagai kata itu lagi.

Pertama kali lihat ambigram di sebuah halaman depan novel karya Dan Brown berjudul Angels & Demons, yangmana kalau kita putar bukunya, akan tetap terbaca judul dengan guratan garis yang sama persis! Plek!

(Cover Novel 'Angels & Demons' yang saya catut dari Google Images)

Nah, tapi ternyata cukup susah juga mau buat ambigram, terlebih saya bukan jebolan sekolah desain. Hanya suka melihat hasil desain dan ingin mencoba meniru.

Yaa..setelah melakukan proses yang rumit dan panjang (halah!) akhirnya jadi juga ambigram namaku sendiri, coba deh laptop, monitor desktop atau gadget-nya diputar-putar untuk membuktikan kalau bisa terbaca dari sudut pandang yang berbeda.


Setelah revisi


Bangga? Pasti! Karena hasil karya sendiri.
Malu? Iya! Karena hasil karya amatiran ini pasti bakal diketawain sama desainer beneran..hehe..

Tapi, sudahlah, yang penting hasilnya untuk dikonsumsi sendiri, kok. :D

Trus sekalian buat cover blog yang baru deh, setelah upgrade beberapa aplikasi di Android yang baru nge-HITS pakai modern design.

Dan jadilah cover header blog terbaru seperti yang sekarang ini..hihi..


Nah, jadi 'kesambet' buat eksekusi lebih lanjut lagi, daaan..jadilah beberapa stiker :grin:



Sudah ah..saatnya utak-atik lagi, karena dirasa masih kurang sempurna. Maklum, hasil kerja amatiran :malu:


Salam :)

Into The Silence..

16.43



LOKASI
Gua Bunda Maria Ibu Talanging Sih & Kapel Kristus Raja

Alamat: Jl. Tegalsari Gang VIII - IX Semarang, Jawa Tengah

Koordinat: 7° 0' 36.175" S 110° 25' 40.272" E


DISCLAIMER
Cerita ini berisi perjalanan menuju tempat-tempat ziarah yang disucikan bagi umat Katolik. 
Cerita ini tidak bertujuan untuk memaksakan iman kepada umat penganut kepercayaan lain.



LET'S ROLL!!

Tulisan tentang taman doa ini sudah pernah saya muat dalam judul "Secuil Kehenngan di Keramaian Kota" di alamat ini
Beberapa waktu lalu saya kembali datang ke taman doa ini sewaktu petang. Meskipun tidak terlalu jauh dari tempat tinggal, tapi terkadang susah untuk sekedar 'mau' menyempatkan diri berkunjung untuk sejenak menyepi.

Tidak seperti suasana siang hari yang cukup hingar-bingar karena tempat ini satu kompleks dengan sekolah, taman doa ini cukup hening dan syahdu di malam hari. 

Tidak ada yang perlu saya berikan penjelasan tambahan, karena memang tidak ada banyak perubahan di dalam taman doa ini semenjak kunjungan terakhir beberapa tahun lalu. Saya hanya akan mengunggah foto-foto suasana malam di sana.



Kamis, 12 Maret 2015

Explore Semarang: Jalan-Jalan Wisata Jelajah Kota Lama

01.17

Satu lagi potensi wisata yang hendak digali dari Kota Semarang, yaitu pesona wisata Kota Lama. Jika di Jakarta dikenal dengan daerah Kota Tua, maka di Semarang ada pula cagar budaya serupa yang dikenal sebagai Kota Lama.

Kota Lama Semarang adalah suatu kawasan di Semarang yang menjadi pusat perdagangan pada abad ke-19 hingga ke-20 . Kawasan Kota Lama Semarang disebut juga Outstadt. Luas kawasan ini sekitar 31 hektar. Dilihat dari kondisi geografis nampak bahwa kawasan ini terpisah dengan daerah sekitarnya sehingga nampak seperti kota tersendiri, sehingga mendapat julukan "Little Netherland" alias Belanda Kecil.
(sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Lama_Semarang)

Melihat potensi ini, sebuah perusahaan operator seluler nasional memberikan sebuah bus yang dinamai "Bustram Semarjawi" sebagai sarana wisata Kota Lama bagi warga yang tinggal di Semarang.

Bustram Semarjawi 01 adalah sebuah bus pariwisata bertingkat yang dipersembahkan oleh PT. Telekomunikasi Selular kepada warga Kota Semarang untuk meningkatkan kunjungan pariwisata di Kota Semarang. Bus pariwisata ini sehari-hari dikelola oleh Lembaga Sosial Masyarakat ERTIM Indonesia yang berkedudukan di Semarang yang bertujuan juga untuk memberikan pendidikan mengenai sejarah kota Semarang kepada para penumpang. Bus pariwisata yang terdiri dari dua tingkat ini dapat menampung penumpang hingga 40 orang dan memiliki desain unik menyerupai tram (sebutan untuk jenis kereta api ringan yang bisa berjalan bersama lalu lintas lain atau dalam lintasan khusus) di Eropa ini memiliki panjang 7,2 m, lebar 1,3 m dan tinggi 3,7m. (Sumber: semarjawi.com)

Bus buatan Kota Bandung ini diserahterimakan pada tanggal 28 Oktober 2014 lalu kepada Walikota Semarang dalam sebuah upacara resmi bertepatan dengan peringatan HUT Kota Semarang ke-467, dan baru beroperasi pada tanggal 1 Maret 2015 lalu. Jadi, saya cukup beruntung masih bisa menikmati 'bus baru' meski sedikit terlambat lima hari sejak pertama diluncurkan.

Nah, trus gimana cerita lengkapnya?


Selasa, 03 Maret 2015

Jadwal Doa Novena Gua Maria Sendang Pawitra, Tawangmangu

12.17

 
LOKASI
Gua Maria Sendang Pawitra, Tawangmangu

Alamat: Desa Sepanjang, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah

Koordinat: 7° 41' 6.42" S 111° 7' 23.4" E


DISCLAIMER
Cerita ini berisi perjalanan menuju tempat-tempat ziarah yang disucikan bagi umat Katolik. 
Cerita ini tidak bertujuan untuk memaksakan iman kepada umat penganut kepercayaan lain



Beberapa hari lalu vinceney.net mendapat pesan dari WhatsApp Messenger dari Pak Amboro, salah satu pengurus Gua Maria Sendang Pawitra, Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah, isinya tentang Jadwal Doa Novena.
Doa Novena ini dilaksanakan tiap Hari Minggu, di jam 10.00 WIB.

Jadwal saya tulis apa adanya sama seperti dalam pesan tersebut.

Senin, 23 Februari 2015

Aku Bersyukur Karena...

15.35

LOKASI
Gua Maria Ngaliyan, Semarang

Alamat: Jl. Wismasari Selatan 5, Ngaliyan, Kota Semarang (Belakang Gereja Katolik Santo Henricus, Ngaliyan)

Koordinat: 7° 0' 0" S 111° 20' 48" E


DISCLAIMER
Cerita ini berisi perjalanan menuju tempat-tempat ziarah yang disucikan bagi umat Katolik.
Cerita ini tidak bertujuan untuk memaksakan iman kepada umat penganut kepercayaan lain.






Lokasi ini terletak di belakang kompleks Panti Asuhan Wikrama Putra Ngaliyan (baca di sini).
Tempat ini berada di belakang (selatan) Pasar Ngaliyan, tepatnya di Jl. Wismasari Selatan. Anda dapat menuju Gereja St. Henrikus Ngaliyan, atau berhenti di panti asuhan.

Kenapa judulnya seperti itu?

Yah, jujur saja, setelah mengunjungi anak-anak panti asuhan itu aku merasa selama ini jarang bersyukur. Baik syukur atas hidup maupun syukur atas keluarga. Karena memang anak-anak yang memiliki kerajaan Surga (bdk. Mat. 19:13-15) dan dari anak-anak itulah pikiranku menjadi terbuka akan rasa syukur.

Kunjungan ke Panti Asuhan Wikrama Putra, Ngaliyan

14.54

Sebenarnya ada agenda lain, tapi setibanya di sini, tiba-tiba aku merasa iba juga dengan para penghuni panti.
Panti asuhan ini didirikan pada tahun 1967 oleh seorang pastor (pemimpin agama Katolik) dari Belanda yang berkarya di Kota Semarang, yang merasa iba karena melihat anak-anak di Kota Semarang yang terlantar waktu itu karena orang tua mereka menjadi tahanan politik atas pemberontakan G30S/ PKI.

Meski demikian, panti asuhan yang dikemudian hari bernama 'Wikrama Putra' dengan yayasan yang bernama sama, bukan merupakan panti asuhan dan Yayasan Katolik.

"Kami adalah yayasan umum, tapi semua pengurus beragama Katolik." Kata Bu Untung, pemilik yayasan.

Beliau sudah mengurus anak-anak di panti itu sejak tahun 1967, sedangkan Pak Untung, sang suami, sudah mengurus anak-anak di panti itu sejak tahun 1961.

"Bapak sudah disuruh mengurus panti asuhan sejak masih SMA karena kakaknya, Romo Gondo, jadi pastor." Kenang bu Untung.

"Saya baru seratus persen bergabung di tahun 1967 sewaktu permohonan pindah kerja ke Semarang dikabulkan." Kata wanita yang sudah berusia lebih dari separuh abad itu.

Karena semua pengurus merupakan umat Katolik, maka pendidikan moral anak diajarkan sesuai ajaran Katolik.

Sang Ratu Tyasing Kautaman

13.43

LOKASI 
Gua Maria Sartika (Sang Ratu Tyasing Kautaman), Semarang


Alamat: Jl. Dewi Sartika, Sukorejo, Sampangan, Kota Semarang


Koordinat: 7° 1' 14.20" S, 110° 23' 4.24" E


DISCLAIMER
Cerita ini berisi perjalanan menuju tempat-tempat ziarah yang disucikan bagi umat Katolik. 
Cerita ini tidak bertujuan untuk memaksakan iman kepada umat penganut kepercayaan lain


Sudah sejak dari awal kuliah sekitar tahun 2003 atau 2004 aku sudah mendengar tentang keberadaan tempat ini. Kebetulan taman doa ini berada hanya beberapa kilometer jaraknya dari kampus almamaterku. Jika diperhatikan dengan seksama, tempat ini terlihat dari pinggir jalan karena memang berada di lereng perbukitan. Namun dulu hanya berbentuk gua sederhana dengan patung Bunda Maria di dalamnya yang membuatku masih enggan untuk berkunjung. Hanya beberapa tahun terakhir saja ketika mendengar bahwa tempat ini sudah dipercantik maka membuatku ingin berkunjung :D

Berada di lereng bukit di bilangan Jalan Dewi Sartika Barat Semarang, sudah sejak tahun 1995 umat Lingkungan St. Agustinus Sukorejo (dulunya bernama Lingkungan Tugu Suharto II) mendambakan memiliki tempat untuk sekedar berkumpul untuk sekedar berbagi atau memperdalam iman. Tanah pemberian keluarga Bapak Subarno ini rencananya hendak dijadikan kapel, namun karena masih banyak umat lingkungan yang tingkat perekonomiannya masih cukup rendah membuat rencana pembuatan kapel ini urung dilaksanakan.

Bunga Mawar dan Keheningan Biara

11.43

LOKASI 
Gua Mawar, Boyolali


Alamat: Dukuh Munggur, Kec. Musuk, Boyolali, Jawa Tengah


Koordinat: 7° 32' 31.776" S 110° 31' 59.424" E



Pertapaan Bunda Pemersatu, Gedono, Salatiga

Alamat: Dukuh Weru, Desa Jetak, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang,

Koordinat:  7° 24' 17.6" S 110° 28' 12.6" E


DISCLAIMER
Cerita ini berisi perjalanan menuju tempat-tempat ziarah yang disucikan bagi umat Katolik. 
Cerita ini tidak bertujuan untuk memaksakan iman kepada umat penganut kepercayaan lain




Awan gelap di langit selatan Kota Semarang tak menyurutkan niatku untuk melakukan perjalanan.
Mumpung libur.
Karena hari itu memang bertepatan dengan libur Tahun Baru Imlek 2566, terlebih karena memang aku tidak merayakannya dan tak ada gunanya hanya berdiam diri di rumah.

Meninggalkan Kota Semarang kira-kira jam sepuluh pagi untuk menuju Kota Boyolali. Tujuan utamaku memang Gua Mawar Maria Boyolali yang merupakan kali kedua kunjunganku setelah yang pertama tahun lalu (baca di sini).

Dan, benar saja, belum sampai meninggalkan Ungaran, aku sudah berkendara dalam hujan walau ternyata hanya beberapa ratus meter kedepan saja. Beberapa kali aku sempat lepas-pakai raincoat karena hujan yang kadang turun, terkadang pula reda.

Kamis, 05 Februari 2015

Explore Semarang: ke Barat Semarang Naik BRT

14.11

Kota Semarang adalah ibukota Provinsi Jawa Tengah, Indonesia sekaligus kota metropolitan terbesar kelima di Indonesia sesudah Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Medan. Sebagai salah satu kota paling berkembang di Pulau Jawa, Kota Semarang mempunyai jumlah penduduk yang hampir mencapai 2 juta jiwa dan siang hari bisa mencapai 2,5 juta jiwa. Bahkan, Area Metropolitan Kedungsapur (Kendal - Demak - Ungaran - Salatiga - Purwodadi) dengan penduduk sekitar 6 juta jiwa, merupakan Wilayah Metropolis terpadat keempat, setelah Jabodetabek (Jakarta), Gerbangkertosusilo (Surabaya), dan Bandung Raya. Sayangnya, pesatnya jumlah penduduk membuat kemacetan lalu lintas di dalam Kota Semarang semakin macet.
Kota ini terletak sekitar 558 km sebelah timur Jakarta, atau 512 km sebelah barat Surabaya. Semarang berbatasan dengan Laut Jawa di utara, Kabupaten Demak di timur, Kabupaten Semarang di selatan, dan Kabupaten Kendal di barat.Luas Kota 373.67 km2.
(Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Semarang)

Beberapa upaya ditempuh pemerintah kota untuk mengatasi kemacetan lalu lintas yang sekarang ini di jam berangkat dan pulang kerja sudah hampir menyerupai kepadatan lalu lintas di Surabaya, diantaranya dengan pengadaan sistem transportasi darat terpadu, dengan moda Bus Rapid Transit (BRT) yang diberi nama Bus Trans Semarang. Konsepnya memang meniru Trans Jakarta, namun tanpa jalur khusus bus alias busway.

Terkadang kalau sedang riding di jalan suka kesal sama kelakuan kebanyakan sopir-sopir angkutan kota dan bus yang kerap ngebut dan tiba-tiba menepi dan berhenti untuk menaik-turunkan penumpang. Mau gimana lagi? Lah wong mereka harus kejar setoran supaya nggak nombok akhir hari. Berbeda dengan BRT yang harus berhenti di halte-halte tertentu (yang juga disebut shelter). Shelter ini belum 'secanggih' di Jakarta. Hanya shelter transit saja yang memiliki bangunan yang lebih besar dan memiliki beberapa petugas, namun demikian shelter-shelter lain sudah mampu melayani penumpang dengan baik.

Kota Semarang juga memiliki rentetan sejarah panjang, yang dari catatan sejarah sudah ada sejak abad ke-6 Masehi. Selain itu, kota ini memiliki kondisi geografis yang unik. Daerah dataran rendah di Kota Semarang sangat sempit, yakni sekitar 4 kilometer dari garis pantai. Dataran rendah ini dikenal dengan sebutan kota bawah. Kawasan kota bawah seringkali dilanda banjir, dan di sejumlah kawasan, banjir ini disebabkan luapan air laut (rob). Di sebelah selatan merupakan dataran tinggi, yang dikenal dengan sebutan kota atas, di antaranya meliputi Kecamatan Candi, Mijen, Gunungpati,Tembalang dan Banyumanik.
(Sumber: masih dari tante wiki)

Nah, kali ini saya akan mengajak pembaca semua untuk berjalan-jalan menjelajah Kota Semarang, beserta keunikannya. Tapi kali ini kita tinggalkan motor, dan beralih naik BRT saja.


Senin, 02 Februari 2015

Givi B36: Swap Side to Center Box (Monokey to Monolock) - Vice Versa

16.14

Sudah beberapa tahun ini punya boks Givi B36. Boks yang unik, karena (setahu saya) ini satu-satunya boks yang didesain punya dua macam settingan, yaitu Monokey dan Monolock, keduanya sistem paten dari pabrikan asal Italia itu.

Sedari awal yang kutahu boks ini dipakai untuk side box alias boks samping karena memang kunci sepasang boks ini identik. Pemasangan sebagai boks samping juga tidak perlu ribet menggunakan bracket khusus, karena memang dirancang untuk pemasangan pada breket buatan Givi (atau Kappa) yaitu SB 1000, SB 2000 dan Wingrack. Tinggal PLEK, terpasang sudah sebagai boks samping. Tapi, kalau diperhatikan, pada bagian belakang boks, terdapat dua buah tanda panah dengan tulisan Monolock dan Monokey. Lagi, pada katalog Givi, juga terdapat keterangan kalau boks ini bersistem Monokey dan Monolock. Lalu bagaimana pengubahan sistem ini agar boks bisa digunakan sebagai boks tengah (boks atas) tetap menggunakan baseplate Monolock?



Minggu, 01 Februari 2015

Sate Serepeh: Rembang Style!

21.17
Rembang, sebuah kabupaten yang terletak di pesisir pantai utara Pulau Jawa yang penuh dengan sejarah, mulai dari makam pejuang emansipasi wanita di Indonesia, R.A. Kartini dan sejarah penyebaran Agama Islam di Pulau Jawa.

Kota Rembang sendiri terletak kurang lebih 112 km ke timur menyusuri Jalur Pantura dari Kota Semarang. Selain wisata religi, kabupaten ini menyimpan kerajinan batik tersendiri dari Kecamatan Lasem, dan juga beberapa makanan khas, diantaranya menu sate dan sebuah nasi campur yang unik.



Jumat, 30 Januari 2015

Cheap Toy Photography (CTP)

21.17

Loh..Loh..
Ada yang salah sama judulnya!

Kok pakai kata cheap? Apa artinya kalau seni fotografi mainan ini murahan?

Eits..kalau nerjemahin jangan sepatah-sepatah, bisa keserimpet artinya, loh!

Maksudnya yang murah itu mainannya. Maksudnya posting ini mengacu pada: (niatnya) seni (sok-sokan) fotografi, tapi pakai model mainan murah. Mainan murah yang dibeli dengan harga kuran dari lima puluh ribu rupiah tapi sudah dapat sepaket, seplastik atau bahkan satu set. Murah kan? Atau malah bisa nggak pakai modal beli mainan. Lah wong tinggal ngambil di kotak mainan ponakan-ponakan.. Hehe..

Sebenarnya nggak mendalami seni ini, karena cuma punya kamera saku dan niatnya cuma iseng karena lagi nggak enak badan, tapi otak pengennya tetep mau menghasilkan sesuatu.

Contohnya?


Senin, 26 Januari 2015

Rumah Bunda Maria Annai Velangkani - Dari Penjala Ikan Menjadi Penjala Manusia

01.04


LOKASI 
Rumah Bunda Maria Annai Velangkani, Rembang


Alamat: Kampung Nelayan, Kec. Pacar, Kab. Rembang, Jawa Tengah


Koordinat: 6° 42' 3.6" S 111° 19' 26.4" E


DISCLAIMER
Cerita ini berisi perjalanan menuju tempat-tempat ziarah yang disucikan bagi umat Katolik.
Cerita ini tidak bertujuan untuk memaksakan iman kepada umat penganut kepercayaan lain




Entah sebuah kebetulan, hari dimana aku mendatangi tempat ini memiliki bacaan Injil yang hampir sesuai, dimana diceritakan Yesus yang sedang berjalan menyusur Danau Galilea dan melihat calon murid-murid-Nya sedang menebarkan jala dan ada pula yang sedang membereskan jala di dalam perahu (bdk. Mrk 1: 14-20). 

Kenapa kok dibilang hampir sesuai? Karena tempat yang kudatangi ini merupakan stasi nelayan di Kabupaten Rembang. Sebuah stasi yang berlindung pada Santo Yakobus Rasul. Sebuah stasi dengan kapel kecil yang berada di tengah perkampungan nelayan, para penjala ikan, sama seperti pekerjaan sebagian besar para rasul sebelum menjadi murid-murid Yesus.

Nama daerah ini unik: Pacar. Berada di sebelah barat Kota Rembang, Jawa Tengah. 

Walau hanya berjarak sekitar sepuluh kilometer dari paroki, tapi umat stasi ini memiliki geliat tersendiri. Kapel stasi juga tak pernah sepi dari umat.

Minggu, 25 Januari 2015

Meet Bernadette, New Member of the Family

23.16
Proyek udah kelar, trus biasanya kalau masa-masa transisi antar proyek gini "dikandangin" di kantor. Kebetulan kantornya sekota sama tempat tinggal. Jadi kalau keseharian cuma rumah-kantor-rumah dan dibumbui dengan sedikit nongkrong aja bisa-bisa badan nggak gerak juga dong?

Pilih olahraga yang ringan aja deh. Pilihannya antara jogging (walau pasti lebih banyak jalan kaki dibading lari heheh), fitness di gym (ini pasti nanti kebanyakan alasan yang ini-itu) atau sepedahan (sepedah dari mana? beli laaah).

Oke, karena niatnya mau olahraga ringan supaya bisa tetap fit, maka mutusin buat beli sepedah dulu.


Kamis, 22 Januari 2015

We're Sexy and We Know It!

23.57



Sebuah catatan dari kegiatan Jambore Nasional ke-6 Prides-online: Sexy Six Surakarta 6-7 Desember 2014



Waktu belum genap menunjukkan pukul sepuluh pagi ketika aku tiba di sebuah rambu petunjuk menuju lokasi jamnas. Ini rambu kedua yang kulihat setelah yang pertama dipasang panitia di persimpangan Palur, Surakarta. Sebuah banner MMT berbentuk persegi panjang berwarna putih – hijau berisi petunjuk arah, kalimat berbahasa inggris yang nggak nyambung sama isi pesannya, dan tak lupa logo prides. Sangat jelas terlihat dan terbaca dari jarak seratus meter, fungsinya jelas agar para peserta jamnas nggak nyasar, tapi ternyata masih ada juga serombongan peserta yang nyasar dari lokasi jamnas. Mungkin karena saking kencengnya motor mereka jadi pengennya terus-terusan buka gas sampai Tawangmangu. Hihihi..



Jumat, 16 Januari 2015

mozaik

21.44

LOKASI 
Gua Maria Bunda Pemersatu, Karanganyar


Alamat: Tengklik, Kedawung, Jumapolo, Kab. Karanganyar, Jawa Tengah


Koordinat: 7° 41' 30.7" S 111° 1' 25.6" E




DISCLAIMER
Cerita ini berisi perjalanan menuju tempat-tempat ziarah yang disucikan bagi umat Katolik.
Cerita ini tidak bertujuan untuk memaksakan iman kepada umat penganut kepercayaan lain




Mozaik: mo·za·ik n 1 seni dekorasi bidang dng kepingan bahan keras berwarna yg disusun dan ditempelkan dng perekat (KBBI)


Aku kadang berpikir kalau hidup ini tak ubahnya seperti mozaik. Masing-masing peristiwa dan proses hidup ini menjadi sebuah keping berwarna, dan masing-masing keping berwarna itu jika disatukan akan membentuk gambaran pribadi kita. Pun masing-masing pribadi ini merupakan satu keping berwarna lain, yang kemudian disatukan menjadi sebuah gambaran yang lebih besar. Wadah, komunitas, organisasi, keluarga, dan sebagainya.

Dalam iman Katolik, ada juga pemahaman tentang bersatunya kepingan-kepingan ini. Misal dalam komuni, bahwa tubuh Kristus yang sudah diberikan kemudian dipercaya menjadi satu tubuh, yakni Kristus sendiri. Melalui Bunda Maria, kita semua dipersatukan dalam Kristus. Bunda sendirilah yang mempersatukan kepingan pribadi-pribadi, melalui tempat ini.

nDherek Dewi Maria

09.17


LOKASI 
Gua Maria Sendang Pawitra, Tawangmangu

Alamat: Desa Sepanjang, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah

Koordinat: 7° 41' 6.42" S 111° 7' 23.4" E



DISCLAIMER
Cerita ini berisi perjalanan menuju tempat-tempat ziarah yang disucikan bagi umat Katolik.
Cerita ini tidak bertujuan untuk memaksakan iman kepada umat penganut kepercayaan lain



Hari belum terlalu siang ketika aku menyusuri jalan menuju obyek wisata Tawangmangu di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Riding santai menyusuri tanjakan demi tanjakan lereng Gunung Lawu sambil menikmati segarnya udara pegunungan. Sesekali memperhatikan papan-papan petunjuk arah, siapa tahu aku melewatkan petunjuk arah menuju daerah Metesih.

Masih ingat betul aku isi BBM dari seorang teman umat Paroki St. Pius X, Karanganyar mengenai petunjuk arah menuju Gua Maria Tawangmangu ini.

"Polsek Tawangmangu ke kanan, arah Matesih. Ikuti jalan saja, nanti di kiri jalan ada petunjuk menuju Desa Sepanjang."

Gua Maria tujuanku ini memang masih masuk dalam lingkup Paroki St. Pius X, Karanganyar, jadi pasti umat parokinya paham betul rute menuju tempat ziarah ini.

Tapi, nampaknya aku salah jalan, karena Kantor Polsek Tawangmangu berada tepat di tanjakan menuju Pasar Tawangmangu dan tidak ada jalan ke kanan (asumsiku jalur yang dimaksud adalah tepat di seberang kantor polisi). Mungkin arahan rutenya terlalu global, mungkin juga ada persimpangan yang terlewati, atau papan petunjuk jalan yang tak terbaca. Yang pasti aku harus berhenti untuk bertanya. Sebenarnya enggan, tapi karena ancer-ancer yang menyebutkan kalau jalur yang harus kutempuh dekat dengan kantor polsek, mau tak mau berhenti juga di kantor polisi untuk bertanya arah Desa Sepanjang ini.

Kamis, 15 Januari 2015

SH*T HAPPENS!*) STOP MODIFIKASI NGGAK JELAS!

10.46
Walaupun kita tidak terlalu peduli dengan dunia otomotif, pasti tetap ingin membuat tunggangan jadi nyaman dan keren, bukan? Apalagi kalau kendaraan itu selalu kita gunakan untuk menunjang mobilitas harian. Bangga rasanya menunggangi kendaraan dengan tingkat keamanan dan kenyamanan, apalagi jika bisa membuat decak kagum orang-orang di sekitar kita dengan tampilannya yang menarik.

Beberapa dari kita yang malas atau enggan untuk coba-coba hal baru lebih memilih jalur aman dengan mengintip hasil modifikasi kendaraan lain, baik ketika bertemu secara langsung maupun hanya melihat gambar dari internet atau media cetak. Logikanya sih, semakin banyak modifikasi itu digunakan, jadi semakin terjamin tingkat keamanan dan kenyamanannya.

Tapi, hati-hati jika mau memodifikasi kendaraan, terlebih jika Anda menggunakan suku cadang oplosan milik pabrikan lain pada kendaraan Anda, bahkan jika modifikasi itu belum pernah dicoba kelayakannya. Alih-alih jadi aman dan nyaman, benda-benda yang disematkan dalam kendaraan itu justru dapat mengancam keselamatan kita loh.

Sama seperti yang saya alami berikut ini.

Everybody's Changing

10.18
Sambil dengerin lagu dari Keane yang di-cover ulang oleh Marian Dacal di sebuah pagi yang mendung, kepikiran sesuatu bahwa hidup memang sebuah proses yang harus dijalani dan dinikmati. Betapa pahit atau manis; menyenangkan atau menyakitkan; baik atau buruk, jalani dan nikmati saja dinamika kehidupan itu.
Sebuah perubahan dapat pula menjadi sebuah dinamika yang bisa dinikmati. Perubahan yang harapannya menuju arah lebih baik, tentunya.

Karena sebuah perubahan itu pula, saya memberanikan diri untuk mengubah alamat blog ini dengan pembelian domain menjadi http://www.vinceney.net

Semoga perubahan ini dapat memberikan angin segar bagi perkembangan blog ini kedepannya, berupa semangat pembaruan dalam perjalanan dan review serta sharing iman.

Salam hormat dan Berkah Dalem :)

@vinceney