Jumat, 30 Januari 2015

Cheap Toy Photography (CTP)


Loh..Loh..
Ada yang salah sama judulnya!

Kok pakai kata cheap? Apa artinya kalau seni fotografi mainan ini murahan?

Eits..kalau nerjemahin jangan sepatah-sepatah, bisa keserimpet artinya, loh!

Maksudnya yang murah itu mainannya. Maksudnya posting ini mengacu pada: (niatnya) seni (sok-sokan) fotografi, tapi pakai model mainan murah. Mainan murah yang dibeli dengan harga kuran dari lima puluh ribu rupiah tapi sudah dapat sepaket, seplastik atau bahkan satu set. Murah kan? Atau malah bisa nggak pakai modal beli mainan. Lah wong tinggal ngambil di kotak mainan ponakan-ponakan.. Hehe..

Sebenarnya nggak mendalami seni ini, karena cuma punya kamera saku dan niatnya cuma iseng karena lagi nggak enak badan, tapi otak pengennya tetep mau menghasilkan sesuatu.

Contohnya?


=================================================================

Ini adalah sebuah cerita yang terjadi pada sebuah situs penggalian. Sebuah team sudah siap di lokasi, walau papan penunjuknya ngambil seadanya punya sebuah proyek konstruksi, tapi yang penting ada papan penunjuknya deh. Daripada nanti ada LSM yang cari celah kesalahan buat nuntut penutupan pekerjaan karena prosedur kerja nggak sesuai sama SNI dan K3.


Ketika sedang asyik-asyiknya bekerja, tiba-tiba muncul seekor singa jantan berukuran hampir sebesar orang dewasa. Wah..wah..semuanya panik, tak terkecuali dua orang ahli yang berpakaian anti-kontaminasi putih, lengkap dengan helmnya.


"Hush.. Hush.."kata salah seorang ilmuwan itu mencoba mengusir sang singa.

"Heh! Ngawur kamu! Kau kira itu kucing yang mau nyolong ikan asin di meja makan, kamu usir pakai cara itu?" hardik rekannya yang tak kalah gemetar sambil erat memegang bukunya.


Hening, mereka berdua yang sudah terpojok dan merasa sudah hampir menemui akhir hidup mereka, sementara orang-orang lain sedang sibuk memikirkan cara mengusir singa itu dari situs penggalian mereka.

"Greetings, my fellow humans!" kata sang singa tiba-tiba.

"Loh, singanya bisa ngomong?" kata ilmuwan itu hampir bersamaan.

"My name is Aslan, and I'm the king of this forest. I know what you're looking for" lanjut singa itu, "the thing you're looking for is harm for my kingdom here in this forest. Yo must finda n take it outta here, yo."

Wah, singanya setengah ngerap.

Secara seksama dan dalam tempo yang sesingkatnya seluruh team penggalian menyimak penjelasan Aslan sambil diajak berkeliling hutan menuju tempat yang dimaksud.




"Cari di sisi selatan pakai mobil radar!" Teriak salah satu ilmuwan kepada anggota team yang berjaga, "Kerahkan juga alat-alat berat untuk eksavasi di sisi barat hutan!"



"Dig there!" kata Aslan menunjuk pada sebuah tempat.

Benar saja, ternyata tepat di tempat yang ditunjuk ditemukan hulu ledak nuklir!



"Ini yang kita cari!" kata seorang ilmuwan setengah berteriak, "Kalau nuklir curian yang disembunyikan di dalam hutan ini meledak, bisa lenyap seluruh ekosistem hutan ini!"

Setelah diletakkan pada tempat yang aman, mereka mulai bercakap-cakap lagi.


"So do all of my kingdom will vanish if this nuclear blow" kata Aslan lega.

"Thank you, for your help my fellow humans. Now, my kingdom are saved. Saiki inyonge arep balik, wetenge inyonge uwis kencot. Arep mangan tempe kemul disit."

Cling! Aslan menghilang dari pandangan mereka berdua.

"Owalah..ternyata Aslan aslinya dari Purwokerto, pantesan tadi Bahasa Inggrisnya belepotan.." kata seorang ilmuwan kepada rekannya.


Sekian

Tidak ada komentar :