Rabu, 16 Desember 2015

"Aku mau, jadilah engkau tahir"

03.33


LOKASI

Gua Maria Sendang Harjo, Blora
Alamat: Desa Sendang Harjo, Kab. Blora, Jawa Tengah
Koordinat: 6° 53' 56.55" S 111° 26' 15.45" E

DISCLAIMER

Cerita ini berisi perjalanan menuju tempat-tempat ziarah yang disucikan bagi umat Katolik.
Cerita ini tidak bertujuan untuk memaksakan iman kepada umat penganut kepercayaan lain



Wireskat (Wisma Rehabilitasi Sosial Katolik) didirikan pada tanggal 8 September 1972 oleh P. Ernesto Fervari CM yang pada waktu itu adalah Pastor Kepala Paroki St. Pius X, Blora. Pada awal berdirinya Wireskat menampung delapan orang penyandang cacat kusta yang ditemukan oleh Sr. Ludgera Gales PK, P. Sebastiano Fornasari CM atau P. Ernesto sendiri. Para penyandang cacat kusta itu berasal dari beberapa kota di Jawa Timur yang sedang berobat di Rumah Sakit Kusta Kediri.

Mereka melihat betapa para penyandang cacat kusta itu tidak mendapat tempat dalam masyarakat, bahkan dalam keluarga mereka sendiri. Mereka yang awalnya tidak mempunyai keahlian untuk dapat bekerja terutama karena cacat yang mereka alami, karena kerusakan saraf akibat kuman kusta mulai ditampung dan diajarkan berbagai macam bidang keahlian seperti bertani, bercocok tanam, pertukangan, dan sebagainya sehingga banyak di antara para penyandang cacat kusta itu tak lagi berkeliaran dan mengemis di jalan-jalan agar dapat mencukupi kebutuhan mereka sehari-hari.

Wireskat juga terdengar seperti virescat dalam bahasa Latin yang berarti 'Kekuatan'.

Untuk itu kenapa vinceney memilih satu ayat dalam Injil Matius 8: 3b, dimana dalam perikop luas (Mat 8: 1-4) diceritakan ada seorang yang sakit kusta datang kepada Yesus untuk minta disembuhkan.  
Baru setelahnya sampai pada tahun 2006 diresmikan Gua Maria Sendang Harjo sebagai bagian dari Wireskat untuk sarana ziarah umat Katolik, tak hanya di dalam Wireskat, namun juga umat se-Paroki, bahkan kini sudah berlangsung Perayaan Ekaristi rutin tiap malam Jumat Kliwon yang tak hanya dihadiri umat se-Rayon Cepu, tapi sampai daerah lainnya.

Berhubung sedang agak malas untuk menulis dan bercerita, karena memang sudah pernah diterbitkan sebelumnya di sini, maka untuk kesempatan kali ini vinceney hanya akan memberikan beberapa foto situasi Wireskat dan Gua Maria Sendang Harjo.
Hehe..

Sabtu, 05 Desember 2015

Ride for Others: Let's Ride for Books Share 2 - the story

05.20


Sunday, Nov 29, 07:38

Waktu yang ditunjukkan di layar ponselku beberapa menit setelah aku tiba di SPBU di seberang sebuah rumah sakit internasional di bagian barat Kota Semarang.
SPBU ini menjadi titik kumpul kedua yang disepakati sebagai tempat pemberangkatan kelompok kedua Books Share kali ini. Delapan menit terlambat dari waktu yang ditentukan, yakni setengah delapan pagi. Sempat mengalami kendala dalam perjalanan tadi sehingga sedikit terlambat. Aku memutuskan untuk ikut dalam rombongan keberangkatan kedua karena tentunya aku harus pergi ke gereja dulu sebelumnya. Sesuai di obrolan group WhatsApp, hanya ada aku dan Pak Wisnu yang berada dalam rombongan ini, dan kami sudah bersepakat bahwa "setengah delapan TENG berangkat" karena kelompok pertama sudah disepakati berangkat pada pukul setengah tujuh sebelumnya.

Kami berencana pergi ke SMP Negeri Satu Atap, Desa Notogiwang, Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan untuk menyalurkan bantuan berupa buku-buku bacaan untuk siswa-siswi di sana. Rencana ini sudah kami susun berbulan-bulan lamanya. Lalu kenapa harus ke tempat sejauh itu? Kebetulan waktu itu Bang Zul, yang bekerja di BASARNAS, sedang melakukan tugas penyelamatan bencana di Kabupaten Pekalongan, dan bertemu dengan teman lamanya yang kebetulan mengajar di sekolah itu. Setelah dilakukan survey awal, kemudian disepakati sekolah itu kami pilih untuk diberikan bantuan karena selain lokasinya yang masih sulit dijangkau, para siswa di sekolah itu memiliki banyak prestasi, terlihat dari puluhan trophy yang menumpuk, namun belum terlalu mendapat perhatian untuk mengembangkan potensi mereka.

Awalnya, kegiatan ini akan kami namakan "Gerakan 1.000 buku", tapi mengingat keterbatasan waktu untuk bisa mengumpulkan seribu buah buku, kami mengganti dengan nama yang lebih sederhana, yaitu "Books Share 2". Lalu yang pertama? Baca keterangannya di sini. Fokus awal kami untuk memberikan beberapa buku bacaan yang relevan yang bisa membantu meningkatkan potensi siswa-siswi di sana, beberapa rak buku, rak piala untuk memajang trophy-trophy hasil prestasi para siswa, beberapa poster yang berisi kalimat motivasi, dan tenda pramuka. Pada awalnya kami ingin sekalian membuat sebuah perpustakaan atau sekedar taman baca kecil, tapi mengingat keterbatasan dana dan waktu pengerjaan, maka pembuatan perpustakaan harus kami eliminasi dari daftar kegiatan.

Kembali ke titik kumpul ketika sinar mentari mulai beranjak naik dan menyinari tempatku berhenti yang semula teduh.

Wah...jangan-jangan aku sudah ditinggal nih..

Jumat, 04 Desember 2015

Ride for Others: Let's Ride for Books Share 2 - prelude

06.45


Melakukan perjalanan berkendara selama ini selalu identik dengan foya-foya, jalan-jalan nggak jelas dan hanya menghamburkan uang, sebagian diantaranya malah menambahkan daftar hitam berupa mnegkonsumsi narkoba atau minum minuman keras sampai mabuk dan bertindak anarkis dan beragam tindak negatif lain. Namun, hal tersebut tidak berlaku bagi sebagian kelompok pengendara yang memberikan value, nilai, tersendiri dalam perjalanan berkendara yang dilakukan. Tidak hanya menghamburkan uang dengan sia-sia, namun menambahkan sebuah misi khusus dalam perjalanannya. Sebut saja misi untuk memetakan tempat ziarah atau tempat wisata dan keunikannya dalam suatu cakupan area. Bisa saja dalam sebuah kota, kabupaten, karisidenan, provinsi, pulau atau kepulauan, seluruh Nusantara hingga lintas benua. Misi sosial dengan mengunjungi panti asuhan, panti wredha, desa terpencil yang belum mendapat jamahan listrik, pembangunan perpustakaan atau taman baca di desa-desa, dan lain sebagainya.

Hal ini pula yang menarik perhatian kami, Ride for Adventures (rfoa), sebuah perkumpulan independen para pelaku dan penikmat perjalanan berkendara yang berbasis di Kota Semarang, yang mencoba memberikan nilai tambah pada sebuah perjalanan.