Rabu, 15 Juni 2016

Hujan di Akhir Mei

01.18


DISCLAIMER

Cerita ini berisi perjalanan menuju tempat-tempat ziarah yang disucikan bagi umat Katolik. 
Cerita ini tidak bertujuan untuk memaksakan iman kepada umat penganut kepercayaan lain

LOKASI

Taman Doa "Maria Ratuning Kantentreman lan Karaharjan"
Gantang, Sawangan, Kab. Magelang, Jawa Tengah
7º 30' 21" S, 110º 21' 10.962" E

Atas kemurahan hati dari sebuah keluarga yang sudah mau memberikan 'tiket wisata' ini kepada saya.


THE STORIES

Sore itu hujan turun cukup deras ketika kami tiba di tempat ini. Cukup dingin karena berada di lereng Taman Nasional Gunung Merapi. Taman Doa Gantang dengan tajuk "Maria Ratuning Kantentreman an Karaharjan" atau jika diterjemahkan dari Bahasa Jawa menjadi Bahasa Indonesia adalah, "Maria Ratu Kenteraman dan Kesejahteraan" ini terletak di Gantang, Sawangan, Kabupaten Magelang ini hanya berjarak tak lebih lima kilometer dari gardu pandang dan tempat wisata Ketep Pass.



Taman Doa ini berada tepat di belakang gedung gereja stasi St. Fransiskus Xaverius, Gantang, yang masuk dalam lingkup Paroki St. Kristoforus, Banyutemumpang, Krogowanan, Sawangan, Magelang.


Hujan itu tidak menyurutkan semangatku untuk mengambil gambar, terlebih kamera Tough-ku memang dirancang 'handal' untuk pengambilan gambar sampai pada kondisi ekstrem tertentu (pamer 😂 ). Rombongan wisata ziarah dari St. John Foundation, Ungaran sedang mempersiapkan diri untuk melakukan doa jalan salib, tentunya menanti hujan reda.

Taman Maria "Wahyu Ibu-Ku" (Mzm 15:1)

00.38


DISCLAIMER
Cerita ini berisi perjalanan menuju tempat-tempat ziarah yang disucikan bagi umat Katolik. 
Cerita ini tidak bertujuan untuk memaksakan iman kepada umat penganut kepercayaan lain

LOKASI
Taman Maria "Wahyu Ibu-Ku" Giri Wening

Sengon Kerep, Sampang Gedangsari, Gunung Kidul, DIY
7º 48' 24.696" S, 110º 33' 54.33" E

Gua Maria Marganingsih

Bayat, Wedi, Klaten, Jawa Tengah

7º 47' 2.94" S, 110º 37' 47.94" E




Atas kemurahan hati dari sebuah keluarga yang sudah mau memberikan 'tiket wisata' ini kepada saya. 


LET'S ROLL
Kali ini saya tidak menjelajah bersama Annette, karena 'free ticket to ride' yang sudah diberikan itu, saya ikut rombongan dari St. John Foundation, Ungaran, menuju beberapa tempat ziarah rohani Katolik pada akhir Bulan Maria di tahun 2016 ini. 
Duduk manis di bangku belakang, saya tidak terlalu bisa melihat rute kendaraan mini bus yang kami tumpangi.
Tau-tau nyampeee ajaa..

Beberapa kali memang mini bus itu cukup kesulitan untuk melalui jalur yang cukup terjal dan berbatu, tak hanya pada tanjakan-tanjakan, namun juga pada turunan curam, meskipun sebelumnya sudah dimanjakan dengan jalan beraspal yang masih cukup mulus, karena memang volume lalu lintas di sana tidak cukup besar. Hamparan sawah dengan pohon padi yang sudah menguning, saluran irigasi dengan air bening segar mengalir, sungai dengan bebatuan besar di dasarnya, dan pemandangan khas pedesaan yang cukup menenteramkan menjadi pemandangan yang menemani kami setelah melewati Kecamatan Wedi, Klaten menuju lokasi.

Senin, 06 Juni 2016

Taman Gardu Doa (Mat 26: 40b)

05.43

LOKASI

Taman Gardu Doa
Alamat: Jl.Setuk Raya RT 03/ RW 04, Pudak Payung, Semarang, Jawa Tengah
Koordinat: 7° 6' 6.888" S 110° 24' 42.066" E

DISCLAIMER

Cerita ini berisi perjalanan menuju tempat-tempat ziarah yang disucikan bagi umat Katolik.
Cerita ini tidak bertujuan untuk memaksakan iman kepada umat penganut kepercayaan lain


LET'S ROLL
Sub judul yang saya petik dari Injil Matius 26, perikop ayat 36-46 yang bercerita tentang Yesus yang mengajak murid-murid-Nya berdoa di Taman Getsemani (bahasa Yunani: ΓεσΘημανι, Gesthēmani bahasa Ibrani: גת שמנים, Aram גת שמנא, Gat Šmānê: Alat penmeras minyak) pada malam sebelum Ia diserahkan untuk menanggung sengsara. Dalam kisah itu juga, ketika Tuhan menyuruh Petrus dan kedua anak Zebedeus (Yakobus dan Yohanes) untuk tinggal dan berjaga-jaga selama Ia berdoa kepada Bapa YHWH dalam kesedihan dan kegentaran hati. Namun apa yang didapati setelah berdoa adalah murid-murid-Nya yang tertidur.
"Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku? berjaga-jagalah dan berdoalah ..."

Ajakan Tuhan itu yang tepat menggambarkan kondisi semangat umat Stasi Pudak Payung, Paroki Kristus Raja, Ungaran yang ingin tetap berjaga dan berdoa barang satu jam bersama Tuhan Yesus. Di belakang Gereja Stasi St. Yakobus Zebedeus (nama yang sama yang disebutkan dalam petikan Injil di atas. Sebuah kebetulankah?) umat stasi ini berinisiatif untuk membangun sebuah tempat doa yang diberi tajuk "Taman Gardu Doa" yang terdiri dari tiga unsur, yaitu Kapel Adorasi Ekaristi Abadi St. Faustina; Gardu Doa Maria; dan Sumur Yakub.

Mari kita mengunjungi tempat yang baru saja diresmikan ini lebih dalam...