Senin, 29 Agustus 2016

Books Share 3: The Stories



Minggu, 28 Agustus 2016 adalah hari yang dipilih untuk melaksanakan agenda rutin tahunan Ride for Adventure yang bertajuk Ride for Others: Books Share jilid 3. Acara yang sudah berlangsung untuk ketiga kalinya berturut-turut setiap tahun, kali ini mengambil target bantuan di SDN 1 dan 4 Mlowokarangtalun, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Profil sekolah ini dapat dibaca di sini.

Ride for Adventure sendiri merupakan sebuah wadah nirlaba, tempat berkumpulnya beberapa insan kreatif dari berbagai latar belakang pendidikan, pekerjaan, usia dan yang lainnya namun disatukan dengan sebuah semangat dan hasrat besar untuk berbagi kepada sesama, secara spesifik menekankan pada bidang pengembangan pendidikan.

Kegiatan ini tidak tercetus hanya dalam waktu sepekan atau satu bulan sebelumnya, namun tercatat sejak dari awal tahun, anggota kelompok sudah berkoordinasi untuk merencanakan kegiatan ini dengan matang. Mulai dari pertemuan-pertemuan intern, pencarian mitra dan sponsorship hingga kegiatan belanja buku dari dana yang dapat terkumpul.

Berkaca dari kegiatan yang serupa ditahun sebelumnya, dimana mereka membidik SMPN Satu Atap, Desa Notogiwang, Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah dan mengalami keterlambatan kedatangan selama perjalanan (ceritanya dapat disimak di sini). Maka untuk mengantisipasi hal serupa agar jangan sampai terulang, keberangkatan dilakukan pada petang hari sebelumnya, yaitu Hari Sabtu, tanggal 27 Agustus 2016.


Sekolah yang dibidik untuk dilakukan bantuan buku-buku sebagai penunjang keilmuan dan wawasan para murid untuk kegiatan ini bukan tanpa alasan. Pemilihan sekolah berdasar pada sulitnya akses menuju lokasi, yangmana bukan menjadi sebuah rahasia bahwa masih banyak desa di Pulau Jawa ini yang belum merasakan sarana infrastruktur yang aman dan nyaman bagi warganya. Pun demikian pada Desa Mlowokarangtalun ini. Meskipun jarak menuju kota kecamatan hanya sekitar lima kilometer saja, namun masih terdapat sekitar 30% ruas jalan dari dan menuju desa berupa tanah dan susunan batu makadam meskipun tidak dipungkiri memang 70% sisanya sudah merupakan rabat beton, lapisan aspal dan perkerasan beton yang terbilang masih baru.

Team juga harus melewati perkebunan tebu milik warga, ada kalanya menyusuri tebing dan jurang dengan pemandangan berupa hamparan kebun lainnya di sisi-kanan tebing. Sangat jarang terdapat sawah, karena Kabupaten Grobogan merupakan satu dari sekian daerah di jawa Tengah yang terkenal dengan krisis air bersih, meskipun tahun ini curah hujan di Pulau Jawa cukup tinggi. Perkebunan tebu (yang sudah tersebut di atas), palawija, singkong (ketela pohoon), dan tembakau merupakan beberapa jenis tanaman produktif yang team temukan selama perjalanan.

Faktor kedua ialah prestasi pendidikan para siswanya. Tidak bisa dipungkiri jika siswa sekolah yang berada di kota-kota besar sangat mudah untuk mendapat fasilitas belajar, maupun fasilitas penunjang belajar. Mulai dari persaingan toko-toko buku baik yang menjual buku-buku baru sampai buku-buku bekas pakai yang masih layak, ketersediaan sarana-sarana penunjang pendidikan seperti lembaga bimbingan belajar, alat-alat peraga di sekolah, perpustakaan baik yang dikelola sekolah, dikelola pemerintah daerah, hingga perpustakaan mandiri; jaringan internet yang memadai sebagai penunjang kelengkapan materi belajar mengajar baik untuk siswa maupun para pengajar; dan masih banyak lainnya.

Namun, dengan ketiadaan hal yang sama di daerah-daerah, tidak menjadikan siswa di sana tidak boleh mendapat hak yang sama tentang penyediaan sarana penunjang pendidikan. Malahan pada beberapa kasus diluar akademis, siswa dari daerah mendapat prestasi lebih tinggi dibanding siswa dari kota, misalnya untuk kompetisi MTQ, kepramukaan, dan beberapa prestasi lain yang juga bisa dibanggakan.

Sama halnya dengan kondisi siswa di target bantuan yang tercatat memiliki beberapa prestasi non-akademik yang membanggakan nama sekolahnya, meskipun hanya pada tingkat kecamatan.

Dalam melakukan perjalanan keberangkatan, team dipecah menjadi dua kelompok untuk memudahkan koordinasi dalam perjalanan, sekaligus agar tidak terkesan sebagai satu kelompok masiv di jalan raya. Team kemudian bermalam sekaligus mempersiapkan segala kebutuhan kegiatan di rumah salah seorang anggotanya tak jauh dari lokasi yang sekaligus ditunjuk sebagai koordinator kegiatan kali ini.

Kegiatan ini dirancang tidak hanya untuk memberikan bantuan buku saja lalu pulang, namun juga dilakukan beberapa permainan di lapangan desa yang melibatkan para siswa, serta pemutaran film dokumenter sebagai salah satu tambahan wawasan bagi para siswa dan para pengajar yang setia mendampingi kegiatan dari awal hingga akhir. Meskipun hari sudah beranjak siang, namun antusiasme anak-anak masih cukup tinggi sampai pada sesi tanya jawab setelah berlangsungnya pemutaran film yang dilaksanakan di gedung balai pertemuan warga tak jauh dari bangunan sekolah. Siswa yang berhasil menjawab pertanyaan dengan benar memperoleh hadiah antara lain berupa peralatan-peralatan sekolah.

Kegiatan yang juga dimeriahkan dengan makan bersama dari sebuah produk mie instan ini terbilang sukses, karena mampu memberikan tak kurang dari delapan boks buku yang terdiri dari buku-buku bacaan, cerita rakyat,  kewirausahaan, ensiklopedia, kamus, alat peraga, dan Al-Quran sebagai pengisi perpustakaan sekolah, juga beberapa buku tulis dan peralatan sekolah lain untuk memicu semangat belajar para siswa.

Rangkaian acara ini ditutup dengan pemberian kenang-kenangan kepada sekolah dan juga buah tangan kepada para guru sebagai simbol bahwa team sudah diterima baik oleh pihak sekolah dalam melaksanakan kegiatan tersebut. 

Semoga Ride for Adventure dapat kembali melaksanakan kegiatan serupa pada tahun-tahun mendatang, tak hanya dengan kuantitas bantuan yang semakin banyak, namun juga penambahan mitra kegiatan yang dapat digandeng serta kualitas kegiatan yang semakin baik. Karena berbahagia dan mendapat sarana pendidikan juga menjadi hak bagi para siswa di daerah-daerah yang sampai saat ini masih dirasa kurang terjamah.


Salam Jelajah!

Foto-foto kegiatan:
Penempatan banner kegiatan pada tempat kemitraan

Kegiatan belanja buku

Kegiatan persiapan snack acara

Kegiatan belanja buku

Kegiatan sortir buku-buku

Kegiatan sortir buku-buku
Persiapan team sebelum keberangkatan

Oops..ada yang trouble di jalan..
Lokasi check point tempat menginap sekaligus final check

Kegiatan persiapan perlengkapan permainan
Perjalanan menuju lokasi

Kegiatan silaturahmi kepada pihak sekolah
Persiapan dan pembagian tugas team di lapangan

Kegiatan permainan anak-anak

Kegiatan permainan anak-anak

Kegiatan permainan anak-anak

Kegiatan permainan anak-anak

Pemasangan banner motivasi dan kata mutiara pada tiap kelas

Pemasangan banner motivasi dan kata mutiara pada tiap kelas

Pemasangan banner motivasi dan kata mutiara pada tiap kelas
Siswa kelas 1 dan 2 sedang asyik nonton film dokumenter

Pembagian snack kepada siswa kelas 1 dan 2

Pembagian snack kepada siswa kelas 1 dan 2
Kegiatan nonton film dokumenter

Pembagian hadiah quiz kepada siswa
Ekspresi para siswa kelas 3,4,5 dan 6 ketika melihat tayangan film dokumenter

Suguhan dari para guru untuk team

Kegiatan foto bersama

Kegiatan foto bersama

Penyerahan bantuan buku secara simbolis

Team yang numpang nampang
Salah satu ekspresi siswa atas kegiatan ini

Lagi, ekspresi siswa SDN 1 & 4 Mlowokarangtalun
Numpang nampang sebelum pulang
Istirahat sejenak saat perjalanan pulang


Tidak ada komentar :